Ketua PN Tangerang Promosi, Seorang Hakim Beralih Tugas ke Bandung 28 Aug 2026 Garis Polisi di Lahan Sengketa Gumuk Lesung Hilang, Warga Minta Kejelasan 28 Aug 2026 ASAI Hotels Buka di Malaysia, Terbesar di Dunia 28 Aug 2026 Daging Ayam Tembus Rp40 Ribu, Jadi Perhatian Pemkot Bandung 28 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 28 Agustus 2026, Cerah hingga 31 Derajat Celsius 28 Aug 2026 Amin Ak: APBN 2027 Harus Perkuat Sektor Riil dan UMKM 27 Aug 2026 206 Nakes Dikirim ke Flores, Netty Soroti Keselamatan Tenaga Kesehatan 27 Aug 2026 Puteri Komarudin Dukung Kepemimpinan Perempuan di Bank Indonesia 27 Aug 2026 Jual SIM Palsu, Pria di Sukabumi Dibekuk Polisi 27 Aug 2026 Ketua Komisi B DPRD Jember Laporkan Dugaan Perusakan Gumuk Lumpang ke Polres Jember 27 Aug 2026 Ketua PN Tangerang Promosi, Seorang Hakim Beralih Tugas ke Bandung 28 Aug 2026 Garis Polisi di Lahan Sengketa Gumuk Lesung Hilang, Warga Minta Kejelasan 28 Aug 2026 ASAI Hotels Buka di Malaysia, Terbesar di Dunia 28 Aug 2026 Daging Ayam Tembus Rp40 Ribu, Jadi Perhatian Pemkot Bandung 28 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 28 Agustus 2026, Cerah hingga 31 Derajat Celsius 28 Aug 2026 Amin Ak: APBN 2027 Harus Perkuat Sektor Riil dan UMKM 27 Aug 2026 206 Nakes Dikirim ke Flores, Netty Soroti Keselamatan Tenaga Kesehatan 27 Aug 2026 Puteri Komarudin Dukung Kepemimpinan Perempuan di Bank Indonesia 27 Aug 2026 Jual SIM Palsu, Pria di Sukabumi Dibekuk Polisi 27 Aug 2026 Ketua Komisi B DPRD Jember Laporkan Dugaan Perusakan Gumuk Lumpang ke Polres Jember 27 Aug 2026

Purbaya Jelaskan Ucapan Prabowo Soal Dolar

Desi Rossilawati
Senin, 18 Mei 2026 | 16:35 WIB
Bagikan
Purbaya Jelaskan Ucapan Prabowo Soal Dolar

VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai masyarakat desa yang tidak menggunakan dolar AS tidak perlu dipahami secara harfiah. Menurutnya, ucapan tersebut disampaikan dalam konteks komunikasi sederhana untuk menghibur masyarakat di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Purbaya menyampaikan hal itu di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin. Ia menilai Presiden memahami sepenuhnya kondisi ekonomi nasional saat rupiah sempat menembus level Rp17.600 per dolar AS. Karena itu, publik diminta tidak salah menafsirkan ucapan Presiden tersebut.

"Untuk menghibur rakyat aja waktu itu. Saya lihat konteksnya di perdesaan waktu kemarin itu, enggak apa-apa ngomong begitu," kata Purbaya dalam keterangannya dikutip, Senin (18/5/2026).

Menurut Purbaya, isu ekonomi makro seperti imported inflation atau dampak kenaikan harga barang impor memang tidak mudah dijelaskan kepada masyarakat awam, terutama di wilayah pedesaan. Karena itu, pendekatan komunikasi yang ringan dianggap lebih mudah diterima publik dibanding penjelasan teknis ekonomi.

Meski rupiah sempat mengalami tekanan, Purbaya memastikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih dalam keadaan baik. Ia juga membantah anggapan bahwa kondisi APBN berada dalam tekanan serius seperti yang disebut sebagian media ekonomi internasional.

"Fundamental ekonomi kita bagus, fiskal kita bagus. Besok saya akan jumpa pers masalah APBN. APBN kita yang sebagian majalah ekonomi bilang berantakan. Nggak, kita bagus sekali," ujarnya.

Purbaya menjelaskan strategi pemerintah saat ini tidak hanya bertumpu pada belanja negara, tetapi juga mendorong pergerakan sektor swasta dan konsumsi masyarakat. Menurutnya, kombinasi tersebut berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tinggi di tengah ketidakpastian global.

Ia menyebut ekonomi Indonesia tumbuh 5,6 persen pada triwulan I 2026. Kontribusi terbesar berasal dari belanja masyarakat sebesar 2,9 persen, disusul investasi 1,7 persen dan belanja pemerintah sebesar 1,3 persen.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.