Purbaya: Ekonomi RI Tumbuh Melampaui Rata-rata G20
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa./visi.news/ist.
Dari sektor eksternal, Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan selama 72 bulan berturut-turut. Cadangan devisa nasional juga mencapai 144,9 miliar dolar AS atau setara 5,6 bulan impor dan dinilai cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Purbaya menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat turut tercermin dari membaiknya kondisi pasar tenaga kerja. Sebanyak 1,9 juta lapangan kerja baru tercipta sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 4,68 persen pada 2026.
Di sisi lain, tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan dari 8,57 persen pada September 2024 menjadi 8,25 persen pada September 2025. Penurunan tersebut didukung oleh efektivitas program perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah menjalankan delapan klaster program prioritas nasional yang diarahkan untuk menerjemahkan strategi pembangunan ke dalam hasil yang nyata.
"Prioritas tersebut mencakup fondasi ketahanan nasional: kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, serta infrastruktur, perumahan, dan ketangguhan bencana," jelas Menkeu.
Pada saat yang sama, pemerintah juga mempercepat transformasi struktural melalui program hilirisasi dan industrialisasi, memperkuat ekonomi kerakyatan dan pembangunan pedesaan, serta memperdalam upaya pengentasan kemiskinan melalui program bantuan sosial dan penciptaan lapangan kerja yang terintegrasi.
Menurut Purbaya, berbagai program tersebut akan diperkuat oleh sektor pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, digitalisasi, serta diplomasi ekonomi untuk memastikan pembangunan nasional berjalan secara inklusif, tangguh, dan terkoordinasi.
"Ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya tangguh di tingkat makro, melainkan juga secara nyata bertransformasi menjadi ketersediaan lapangan kerja, penurunan angka kemiskinan, serta kesejahteraan masyarakat yang lebih luas dan merata," ujar Purbaya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!