Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Puluhan Perahu Nelayan Ujunggenteng Sukabumi Rusak Dihantam Gelombang Tinggi

Desi Rossilawati
Selasa, 3 Desember 2024 | 17:32 WIB
Bagikan
Puluhan Perahu Nelayan Ujunggenteng Sukabumi Rusak Dihantam Gelombang Tinggi
VISI.NEWS | SUKABUMI - Puluhan perahu yang bersandar di dermaga Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, rusak akibat diterjang gelombang tinggi disertai angin kencang. Selain rusak, ada beberapa perahu yang hilang serta karam. Keadaan tersebut menyebabkan nelayan tak bisa melaut serta mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. ”Yang rusak parah 25 perahu kemudian 35 perahu rusak ringan. Selain itu ada dua perahu yang hilang lalu satu perahu karam terbawa gelombang ke tengah laut dan kini belum dievakuasi,” kata ketua rukun nelayan Ujunggenteng, Asep Jeka. Jeka menyatakan, peristiwa satu perahu karam itu terjadi akibat dihantam gelombang tinggi ketika perahu hendak masuk ke dermaga. Tidak ada korban dalam kejadian ini, karena nelayannya menyelamatkan diri kemudian ditolong oleh nelayan lain. Menurut Jeka gelombang tinggi serta angin kencang itu terjadi secara tiba-tiba pada Senin (2/12/2024) malam sehingga para nelayan tak sempat menyelamatkan perahu mereka. Jeka menjelaskan hingga Selasa (3/12/2024) cuaca buruk masih terus terjadi di kawasan pesisir Ujunggenteng. “Karena cuaca buruk ini, nelayan tidak melaut. Sedangkan kerugian akibat perahu rusak mencapai Rp 200 juta,” ujarnya.@andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.