Program Magang dan Studi Independen Angkatan Ketujuh Resmi Dimulai
Perguruan tinggi yang berperan serta dalam program MSIB Angkatan 7 tercatat ada 839 perguruan tinggi, dengan rincian 767 perguruan tinggi akademik dan 72 perguruan tinggi vokasi. Universitas Negeri Surabaya menjadi perguruan tinggi akademik pengirim terbanyak dengan total mahasiswa mencapai 1.344 orang, disusul oleh Universitas Indonesia di posisi kedua dengan 849 mahasiswa.
Politeknik Negeri Jakarta berhasil menduduki peringkat pertama di jajaran Top 10 Perguruan Tinggi Vokasi Pengirim Terbanyak dengan total 348 mahasiswa, diikuti oleh Politeknik Negeri Media Kreatif yang mengirim 105 mahasiswa.
“Mahasiswa vokasi dituntut untuk siap kerja sejak mereka lulus. Keikutsertaan mahasiswa vokasi dalam program MSIB dapat menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang siap kerja. Ada keselarasan pembelajaran antara program MSIB dengan pendidikan vokasi,” kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Tatang Muttaqin.
Lebih lanjut Tatang mengutarakan bahwa program MSIB dapat menjadi wadah bagi mahasiswa vokasi untuk mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di ruang kelas.
Proses belajar ini dapat menghasilkan lulusan yang cerdas, tangguh, dan relevan dengan dunia kerja yang akan dimasuki oleh mahasiswa nanti. Dari sisi ekonomi, manfaat program MSIB adalah meningkatkan probabilitas mahasiswa untuk mendapatkan golden ticket atau kesempatan untuk langsung bekerja di perusahaan tempat magang setelah lulus.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh testimoni salah satu mitra program MSIB Angkatan 7 yakni PT Kaltim Methanol Industri (KMI) yang telah menjadi mitra sejak angkatan kedua.
Direktur General Affairs PT KMI, Agus Priyatno, mengatakan bahwa secara total ada 250 mahasiswa MSIB telah ikut program magang di PT KMI.
“Setelah lulus, sebagian besar alumni MSIB yang magang di PT KMI dari semua angkatan banyak diterima di beberapa perusahaan industri, baik BUMN maupun swasta. Beberapa lulusan dari Fakultas Teknik bahkan bekerja di PT KMI,” ujar Agus bangga.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!