Program Beasiswa Jember Perkuat Akses Pendidikan Tinggi
Kegiatan sosialisasi program beasiswa pendidikan tinggi jenjang S1 bagi siswa tidak mampu dan berprestasi, di Aula 1 Disdikbud, Rabu (29/04/2026)./visi.news/jatimpos.co.
VISI.NEWS | JEMBER - Pemerintah Kabupaten Jember menggelontorkan anggaran sebesar Rp 75 miliar melalui program Beasiswa Cinta Bergema sebagai langkah memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Kebijakan ini membawa dampak sosial yang signifikan, terutama dalam menciptakan kepastian keberlanjutan studi bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi.
Saat Pro Gus’e Update di RSD Balung Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan perubahan skema beasiswa yang kini tidak lagi menggunakan sistem seleksi ulang setiap tahun. Dengan pola baru ini, mahasiswa penerima tidak perlu khawatir kehilangan bantuan di tengah jalan selama memenuhi ketentuan akademik.
“Sekali mendapatkan beasiswa, maka akan terus menerima hingga lulus, selama komitmen akademik dan IPK tetap terjaga,” ujar Gus Fawait dalam keterangannya dikutip, Kamis (30/4/2026).
Kebijakan ini dinilai memberi rasa aman secara sosial bagi mahasiswa dan keluarga mereka. Banyak keluarga di daerah yang sebelumnya menghadapi ketidakpastian biaya pendidikan kini dapat merencanakan masa depan anak dengan lebih tenang. Dampak sosial lainnya terlihat pada meningkatnya motivasi belajar mahasiswa karena mereka memiliki jaminan dukungan hingga selesai kuliah.
Pada tahap awal pencairan, sebanyak 6024 mahasiswa telah dipastikan menerima bantuan dari total 7037 pendaftar yang sudah melengkapi persyaratan administrasi. Sementara itu, kesempatan masih diberikan kepada pendaftar lain untuk melengkapi berkas hingga 8 Mei 2026 melalui Dinas Pendidikan setempat. Proses ini menunjukkan adanya upaya inklusif agar tidak ada calon penerima yang tertinggal hanya karena kendala administratif.
Selain menanggung biaya kuliah atau UKT, pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan biaya hidup untuk enam bulan ke depan yang dijadwalkan cair pada akhir Mei 2026. Kehadiran bantuan ini memperkuat dampak sosial program karena mahasiswa tidak hanya terbantu dari sisi pendidikan formal, tetapi juga kebutuhan dasar sehari hari.
“Ini bentuk komitmen kami agar mahasiswa bisa fokus belajar tanpa terbebani biaya hidup sehari-hari,” kata Gus Fawait.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!