Prof. Sofian Cabut Pernyataan soal Ijazah Jokowi, Ini yang Disampaikannya di You
ED
Editor
M Purnama Alam
Jumat, 18 Juli 2025 | 08:28 WIB
VISI.NEWS | YOGYAKARTA – Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2002–2007, Prof. Dr. Sofian Effendi, resmi menarik kembali seluruh pernyataannya terkait keabsahan ijazah Sarjana Presiden Joko Widodo. Langkah ini ia ambil setelah wawancara kontroversialnya tayang di kanal YouTube Langkah Update dan memicu kegaduhan di publik.
Dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Jumat, 18 Juli 2025, Prof. Sofian menyatakan bahwa seluruh isi video berjudul “Mantan Rektor UGM Buka-Bukaan! Prof Sofian Effendy Rektor 2002–2007! Ijazah Jokowi & Kampus UGM!” yang tayang pada 16 Juli harus ditarik dari peredaran. Ia juga menyatakan bahwa semua pernyataannya dalam video tersebut tidak lagi berlaku.
Sebelumnya, dalam wawancara tersebut, Prof. Sofian sempat menyebut Presiden Jokowi tidak lulus sebagai sarjana dari UGM karena nilai akademiknya tidak mencukupi. Ia mengklaim informasi itu diperolehnya dari sejumlah profesor di Fakultas Kehutanan UGM serta transkrip nilai yang pernah ia lihat.
Prof. Sofian juga menyinggung bahwa Jokowi hanya menempuh pendidikan hingga sarjana muda (B.Sc) dan tidak memenuhi syarat untuk mengajukan skripsi. Ia bahkan menyebut skripsi Jokowi merupakan hasil mencontek makalah Prof. Sunardi yang baru kembali dari Kanada pada masa itu.
Tak hanya itu, ia juga menyatakan bahwa dosen pembimbing akademik Jokowi, Kasmudjo, tak pernah membimbing skripsi Jokowi secara langsung. Ia mengklaim tidak ada bukti bahwa skripsi tersebut pernah diuji secara resmi dan menilai ijazah yang ditunjukkan Jokowi ke publik tidak autentik.
Pernyataan yang paling mengejutkan datang ketika Sofian menduga bahwa ijazah yang digunakan Jokowi adalah milik Hari Mulyono, saudara ipar Jokowi. Ia menyebut ijazah tersebut dipinjam, lalu dimodifikasi oleh oknum tertentu untuk digunakan sebagai bukti kelulusan.
Namun kini, melalui pernyataan terbarunya, Prof. Sofian mencabut semua tudingan tersebut. Ia meminta agar video tersebut dihapus dari seluruh platform dan publik berhenti mengaitkan dirinya dengan polemik ijazah Presiden Jokowi.
Prof. Sofian juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang timbul akibat pernyataan-pernyataannya. Ia menyadari bahwa informasi yang ia sampaikan telah menimbulkan spekulasi liar dan ketegangan di masyarakat.
Hingga berita ini ditulis, Universitas Gadjah Mada belum memberikan pernyataan resmi menanggapi langkah pencabutan tersebut. Namun isu ini dipastikan akan terus menjadi sorotan, mengingat besarnya perhatian publik terhadap keaslian dokumen akademik Presiden.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!