Presiden Didukung untuk Segera Tanda Tangani Perpres Publisher Rights
VISI.NEWS | JAKARTA - Presiden Joko Widodo mendapat dukungan dari berbagai pihak untuk segera menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) tentang Publisher Rights atau Hak Penerbit. Perpres ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi ekosistem media di Indonesia, khususnya dalam menghadapi dominasi platform digital global.
Publisher Rights adalah regulasi yang menuntut tanggung jawab platform digital global, seperti Google, Meta, Twitter, dan lainnya, untuk memberikan nilai ekonomi atas konten berita yang diproduksi media lokal dan nasional. Artinya, media massa akan mendapatkan jaminan atas hak dari konten-konten yang disebarluaskan di berbagai platform digital global.
Melalui aturan tersebut, diharapkan platform teknologi digital juga bisa melakukan kerja sama bisnis dengan media massa sehingga tercipta hubungan kerja sama yang setara. Selain itu, Perpres ini juga akan memberikan hak kepada Dewan Pers untuk mengontrol dan mengawasi kerja sama antara platform dan media.
Salah satu pihak yang mendukung Perpres Publisher Rights adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Menurut Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi, draft aturan Publisher Rights ini sudah mencapai babak akhir dan tinggal menunggu keputusan Presiden.
"Kita besok malam akan bertemu dengan teman-teman pers. Kita akan didiskusikan perkembangannya, ini tinggal sedikit lagi," ujar Budi di Jakarta, belum lama ini.
Budi juga mengatakan bahwa aturan Publisher Rights ini sudah diharmonisasi dengan para platform digital, walaupun tidak semua masukan dari mereka diakomodasi. "Tidak mungkin kan menyenangkan semua orang pihak," kata Budi.
Pemerintah menargetkan aturan Publisher Rights dapat disahkan dan diimplementasikan di sisa tahun 2023 ini. "Tahun ini rampung, kalau menurut kajian kita sih secara ekonomi tidak berpengaruh. Kalau pun ada platform yang menarik secara ekonomi tidak berpengaruh ke teman-teman pers, ini kan berpengaruhnya ke temen-teman pers bukan ke platformnya ke pers. Makanya kita kumpulkan teman-teman pers. Nanti akan begini loh," pungkas Budi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!