PRELUDE X INDDEX di Tel-U Hadirkan Karya Etnik Kontemporer
ED
Editor
M Purnama Alam
Kamis, 19 Juni 2025 | 06:54 WIB
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG -Pameran seni bertajuk PRELUDE X INDDEX: Echoes of the Earth – Ethnic Reverie resmi digelar di Galeri Idealoka, lantai 2 Fakultas Industri Kreatif, Telkom University, mulai 17 hingga 26 Juni 2025. Acara ini menampilkan karya-karya mahasiswa Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion, yang merupakan hasil eksplorasi dan ekspresi kreatif lintas angkatan dari 2022 hingga 2024.
Sebanyak 146 mahasiswa terlibat aktif dalam pameran ini. Acara pembukaan diresmikan oleh dua dosen Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion, Liandra Khansa Putri dan Shella Wardhani Putri, yang juga menjadi motor penggerak kegiatan ini sejak awal. Pameran ini menjadi ajang kedua setelah PRELUDE sebelumnya yang sukses diselenggarakan.
PRELUDE X INDDEX merupakan kolaborasi dua agenda besar: PRELUDE, sebagai pameran tahunan internal, dan INDDEX (International Degree Design Exchange), bagian dari Asia International Community of Art and Design (AICAD). Sinergi keduanya memperluas ruang apresiasi dan mempertemukan gagasan lokal dengan perspektif desain global.
Dengan tema “Echoes of the Earth: Ethnic Reverie”, para peserta menyuguhkan interpretasi artistik terhadap hubungan manusia dengan alam dan warisan budaya etnik. Mereka menghadirkan karya-karya dengan eksplorasi tekstur, pola, material kriya tekstil, dan desain inovatif yang menyimbolkan harmoni antara tradisi dan kemodernan.
Pameran ini menampilkan ragam karya dalam bentuk kriya tekstil, fashion, aksesori, hingga produk desain berbasis kriya lainnya. Semua karya merupakan hasil pembelajaran dari berbagai mata kuliah seperti Studio Batik, Image Studies, Surface Textile Design, dan Technotextile. Kolaborasi dengan mitra industri seperti Gamatex, Kampoeng Radjoet, dan Wastra Tuban Lestari turut memperkuat relevansi karya terhadap kebutuhan nyata di lapangan.
Tidak hanya dalam lingkup nasional, pameran ini juga menampilkan hasil kolaborasi internasional bersama Program Studi Fashion Design dari Chitkara University, India. Mahasiswa dari kedua universitas menciptakan fusion fashion design yang memadukan unsur budaya dari dua negara menjadi narasi visual penuh makna dan keterbukaan terhadap keberagaman.
Pameran ini menjadi ruang pembuktian bahwa karya seni dan desain dapat menjadi media refleksi dan perubahan. Mahasiswa didorong untuk menciptakan karya yang tidak hanya estetis, namun juga kontekstual dan berpijak pada realitas budaya serta lingkungan. Melalui pameran ini, tercipta ruang dialog yang menyentuh berbagai aspek: tradisi, alam, teknologi, dan identitas global.
“Harapan dari pameran ini, kita dapat memberikan inspirasi bagi pengunjung, dan ke depannya pameran ini bisa terus berlanjut sebagai wadah profesional bagi mahasiswa untuk menampilkan dan mengembangkan karya mereka,” ujar Lindra Khansa Utami Putri, selaku ketua pelaksana pameran.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!