Prawita GENPPARI Sosialisasikan Peternakan Ayam Broiler di Tasikmalaya
./visi.news/ist.
Menurut Ahmad, sektor peternakan ayam broiler memiliki kontribusi ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Usaha ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan di berbagai lini, mulai dari penyediaan bibit, produksi pakan, tenaga kerja kandang, distribusi, hingga pengolahan hasil.
Ia juga menambahkan bahwa meningkatnya konsumsi protein hewani di masyarakat membuat permintaan daging ayam broiler cenderung stabil. Kondisi tersebut menjadikan usaha ini memiliki prospek jangka panjang yang cukup menjanjikan.
" Namun demikian, keberhasilan peternakan ayam broiler tidak terlepas dari manajemen pemeliharaan yang baik. Faktor seperti kualitas bibit, kebersihan kandang, pengaturan suhu, pemberian pakan, serta pencegahan penyakit menjadi unsur utama yang menentukan produktivitas. Ayam broiler sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, sehingga peternak dituntut memiliki pengetahuan teknis yang memadai," imbuhnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kesalahan dalam pengelolaan dapat berdampak besar terhadap kerugian, baik dari sisi kematian ayam maupun kualitas hasil panen.
Lebih lanjut, Ahmad menekankan pentingnya penerapan teknologi modern serta sistem peternakan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan antara keuntungan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Di akhir kegiatan, Dede Farhan Aulawi menegaskan bahwa peternakan ayam broiler tidak hanya berfungsi sebagai usaha ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan pedesaan dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
" Jika dikelola secara profesional, peternakan ayam broiler dapat menjadi sumber kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan," pungkasnya. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!