Pratikno: GKMNU Bisa Bantu Pemerintah Atasi Masalah Sosial-Ekonomi
VISI.NEWS | JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menyatakan, bahwa program Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) dapat membantu pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah sosial-ekonomi di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan Pratikno pada acara Pembukaan Kongres Keluarga Maslahat NU, yang digelar oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Jumat (31/1/2025).
"Pemerintah tidak mungkin bisa menyelesaikan semua masalah sosial ekonomi di masyarakat bawah, mulai dari masalah stunting, kemiskinan, perundungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kemudian mencegah radikalisme, meneguhkan jati diri bangsa, dan lain-lain tanpa dukungan dari organisasi-organisasi sosial seperti PBNU ini," ujarnya.
Ia mengemukakan, pemerintah mengapresiasi program GKMNU yang sudah berjalan dua tahun dengan praktik di lapangan yang sudah sesuai dengan prioritas program-program pemerintah.
Menurutnya, pemerintah bersama organisasi kemasyarakatan mesti terus berkolaborasi melakukan pekerjaan-pekerjaan pemberdayaan di level bawah, dan perlindungan yang mesti dilakukan di tingkat atas.
"Jadi inilah pekerjaan di dua level yang saya yakin harus kita lakukan bersama-sama, yakni pemberdayaan di level bawah dan pekerjaan-pekerjaan perlindungan di level yang lebih atas. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan dukungan dari GKMNU dan PBNU," ucapnya.
Menurutnya, apabila anggota Nahdliyin yang mengisi hampir 50 persen anggota keluarga di seluruh Indonesia dapat berdaya, maka dapat ikut memberdayakan seluruh masyarakat Indonesia.
"Pemerintah khususnya Kemenko PMK dan kementerian-kementerian di dalamnya, bahkan kementerian-kementerian lainnya sangat terbantu dengan adanya program GKMNU," tuturnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!