Pramono Siaga Dampak Konflik AS–Israel dan Iran, Jakarta Fokus Jaga Harga Jelang Lebaran
Menurut Faisal, harga minyak saat ini berada di kisaran 70 dolar AS per barel. Namun jika konflik berlanjut, harga berpotensi naik ke 80 dolar AS per barel. Bahkan, bila distribusi melalui Selat Hormuz benar-benar terganggu, angka tersebut bisa menembus 100 dolar AS per barel.
“Kalau sudah sampai 100 dolar per barel, itu masuk zona tinggi, rekor. Beberapa tahun terakhir kita tidak mengalami kenaikan setinggi itu, terakhir ketika awal perang Rusia-Ukraina,” ujarnya.
Lonjakan harga minyak mentah global berpotensi memicu kenaikan biaya produksi dan distribusi barang, yang pada akhirnya dapat mendorong inflasi, termasuk di Jakarta. Karena itu, Pemprov DKI menyatakan akan terus memantau pergerakan harga di pasar serta laju inflasi daerah.
Di tengah bayang-bayang gejolak global, pesan yang disampaikan pemerintah daerah tetap sama: waspada, tetapi tidak panik. Bagi Jakarta, stabilitas harga jelang Lebaran menjadi prioritas utama, sembari mencermati dinamika konflik yang berlangsung ribuan kilometer dari ibu kota. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!