PP Muhammadiyah Minta Kebebasan Bersuara Dijaga, Termasuk untuk Masjid Jogokariyan
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 25 Juni 2025 | 20:30 WIB
VISI.NEWS | SLEMAN - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, akhirnya buka suara terkait kabar pemblokiran dan penghapusan sejumlah akun media sosial milik Masjid Jogokariyan di Yogyakarta. Ia menilai, meski belum mengetahui secara detail duduk persoalannya, kebebasan bersuara tetap harus dihormati sepanjang berada dalam koridor yang wajar.
"Saya yakin Indonesia sudah memiliki ekosistem yang baik lah soal itu, maka berikan hak-hak itu sejauh itu baik. Tetapi juga bagi golongan kelompok-kelompok masyarakat harus punya garis dan batas, mana yang itu melewati batas yang tidak semestinya dilakukan," ujar Haedar dalam pernyataan di Universitas ‘Aisyiyah (Unisa), Sleman, Rabu (25/6/2025).
Namun begitu, Haedar mengingatkan bahwa semua pihak, termasuk kelompok keagamaan, tetap harus tahu batas dalam menyampaikan pandangan.
"Entah itu mengarah pada pandangan-pandangan yang ekstrem, misalkan dan lain sebagainya. Maka di situ lah semua golongan, semua organisasi harus punya koridor," tambahnya.
Sementara itu, pengelola Masjid Jogokariyan menduga pemblokiran ini terkait konten yang membahas Gaza dan Palestina. Salah satu akun Instagram mereka, Himpunan Anak-Anak Masjid Jogokariyan, menggunakan singkatan 'HAMAS', yang kemungkinan besar disalahartikan oleh pihak platform sebagai terkait dengan kelompok Hamas Palestina.
Tak hanya Instagram, kanal YouTube masjid juga sempat dihapus, disinyalir karena mewawancarai aktivis Muhammad Husein alias Husein Gaza, yang selama ini dikenal vokal membela Palestina.
Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Meta (pengelola Instagram dan Facebook) mengenai alasan pemblokiran. Namun polemik ini menambah daftar panjang perdebatan global soal moderasi konten yang berkaitan dengan isu Palestina. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!