Potret Toleransi di Sekolah Rakyat: Gus Ipul Bahagia Siswa Hidup Rukun meski Beda Agama
"Di sini kita harus sama-sama membangun sebagai saudara yang saling menghormati antar keyakinan satu dengan keyakinan yang lain, antar suku satu dengan suku yang lain, antar ras satu dengan ras lain. Semua harus hidup rukun, guyub sebagai sesama saudara, seperti di sini ada saudaramu yang tidak beragama islam," tegasnya.
Sebagai informasi, di Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul terdapat 200 siswa dari 10 rombongan belajar. Dua di antaranya non muslim.
Salah satu siswi bernama Jessie mengaku senang bisa bersekolah di Sekolah Rakyat, meskipun ia beragama Hindu di antara mayoritas murid-murid beragama Islam. Menurut dia, para siswa tetap saling menghormati di tengah perbedaan.
"Senang, pak. Soalnya di sini banyak teman, teman-temannya juga tidak nakal. Saya tuh rasanya di sini sudah kayak di rumah. Fasilitasnya juga bagus," kata Jessie saat berdialog dengan Gus Ipul.
Hal senada juga disampaikan siswa lainnya, Fransiskus. Ia mengaku nyaman menimba ilmu di Sekolah Rakyat.
"Apa yang ingin kamu pesankan kepada anak-anak yang muslim ini? Mungkin ada pesan yang ingin kamu sampaikan?" tanya Gus Ipul kepada Fransiskus.
"Saling menghormati aja sih, pak," jawab Fransiskus.
Mendengar hal itu, Gus Ipul tampak lega dan bahagia karena toleransi beragama terwujud di lingkungan Sekolah Rakyat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!