CUKTECH 6 Ultra Charger Meluncur di Indonesia, Charger 100W GaN dengan Layar AI 2 Aug 2026 BMKG: Bandung Cerah Sepanjang Minggu, Suhu Sejuk 19–30 Derajat 2 Aug 2026 Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026 CUKTECH 6 Ultra Charger Meluncur di Indonesia, Charger 100W GaN dengan Layar AI 2 Aug 2026 BMKG: Bandung Cerah Sepanjang Minggu, Suhu Sejuk 19–30 Derajat 2 Aug 2026 Homecare Jember Ubah Pola Layanan Kesehatan, Tenaga Medis Kini Datangi Rumah Warga 1 Aug 2026 Lepas Sambut Danbrigif 9 Kostrad, Gus Fawait Ajak Perkuat Sinergi Bangun Jember 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026

Portugal vs Kongo: Ronaldo Disorot, Kongo Bawa Spirit Lumumba

Desi Rossilawati
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:33 WIB
Bagikan
Portugal vs Kongo: Ronaldo Disorot, Kongo Bawa Spirit Lumumba

Cristiano Ronaldo./visi.news/goal.com.

VISI.NEWS | BANDUNG - Rivalitas Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi mereda setelah Messi sukses meraih trofi Piala Dunia, satu-satunya gelar yang lama ia dambakan. Momen itu terjadi ketika ia membawa Argentina juara di Qatar pada 2022.

Messi telah mendapatkan apa yang selama ini dia dambakan, sedangkan Ronaldo masih menanti kesempatan untuk mewujudkan impian yang sama.

Karena itu, salah satu sorotan utama Piala Dunia 2026 tertuju pada perjalanan striker Portugal berusia 41 tahun tersebut.

Ronaldo akan selalu menjadi pusat perhatian saat Portugal bertanding, termasuk pada laga pertama Grup I melawan Republik Demokratik Kongo di Stadion Houston, Amerika Serikat, Rabu (17/6) tengah malam pukul 24.00 WIB.

Ia akan memulai perjalanan terakhirnya untuk menyamai pencapaian Messi sekaligus menyempurnakan prestasi individual dan tim yang ia raih selama 20 tahun kariernya.

Sementara itu, Messi tidak lagi mengejar apa yang dikejar Ronaldo. Ia kini berupaya mengantarkan Argentina menyamai Brasil dan Italia sebagai tim yang sukses mempertahankan gelar juara dunia, sekaligus menjadi pemain Argentina kedua setelah Daniel Passarella yang dua kali mengangkat trofi Piala Dunia serta pencetak gol terbanyak turnamen tersebut.

Berusia tiga tahun lebih tua dari Messi, Ronaldo tergolong pemain senior di level profesional. Namun menjelang Piala Dunia 2026, ia tetap menjadi magnet utama perhatian publik. Ia juga berpeluang menjadi pemain tertua kedua yang tampil di putaran final Piala Dunia setelah Roger Milla. Sorotan terhadapnya semakin besar karena Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi penampilan keenam sekaligus terakhir dalam kariernya.

Ronaldo berada di bawah Miroslav Klose dan Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Klose mencetak 16 gol dari empat Piala Dunia, sementara Messi menyamai capaian tersebut dari enam Piala Dunia setelah mencetak hattrick saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 dalam laga Grup J Piala Dunia 2026.

Ronaldo sendiri telah mencetak 15 gol dari lima Piala Dunia.

Dengan demikian, misi Ronaldo bertambah, yakni kembali bersaing dengan Messi untuk menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Peluang tersebut tetap terbuka karena Ronaldo memiliki dukungan lini serang Portugal yang kuat.

Selecao yang lolos ke Piala Dunia 2026 setelah memuncaki Grup F kualifikasi zona Eropa diperkuat gelandang dan winger berkualitas.

Mereka memiliki gelandang bertahan Vitinha yang menjadi fondasi sukses Paris Saint-Germain dalam dua kali menjuarai Liga Champions.

Ronaldo juga didukung Bruno Fernandes yang dikenal sebagai raja assist Liga Inggris dan kini lebih banyak berkorban demi memberi ruang kepada sang kapten.

Selain itu, Portugal di bawah pelatih Roberto Martinez memiliki Pedro Neto, Francisco Conceicao, Bernardo Silva, dan Rafael Leao sebagai opsi sayap yang berbahaya.

Ada pula Joao Neves dan Nuno Mendes yang bersama Vitinha memperkuat dominasi permainan di level klub maupun tim nasional.

Jika Neves kerap dipasang sebagai poros ganda bersama Vitinha, Mendes menjadi salah satu pelindung sayap pertahanan bersama Joao Cancelo.

Lini belakang Portugal akan dikomandoi duet Goncalo Inacio dan Ruben Dias, sementara Diogo Costa menjadi penjaga gawang utama.

Dengan kedalaman skuad tersebut, Portugal disebut memiliki peluang besar meraih kemenangan di berbagai laga, termasuk menghadapi Republik Demokratik Kongo.

Di sisi lain, Kongo gagal lolos otomatis dari zona Afrika setelah kalah bersaing dengan Senegal di fase grup kualifikasi. Mereka kemudian melalui playoff antarbenua di Meksiko pada Maret 2026 dan mengalahkan Jamaika, mengakhiri penantian 52 tahun untuk kembali ke Piala Dunia.

Namun, 52 tahun lalu Republik Demokratik Kongo masih bernama Zaire.

Nama tersebut kemudian dihapus pada 1997 untuk menghapus jejak rezim Mobutu Sese Seko.

Mobutu sendiri terlibat dalam penggulingan pemimpin pertama yang demokratis, Patrice Lumumba, yang kemudian dibunuh tanpa jejak yang jelas.

Lumumba dikenal sebagai pencetus ide Pan Afrika dan sahabat ideologis Bung Karno, yang sama-sama menggelorakan semangat antikolonialisme pada 1950-an.

Semangat Lumumba juga menginspirasi timnas Kongo dan para suporternya.

Salah satu pendukung, Michel Kuka, bahkan menirukan gestur khas Lumumba di Kinshasa hingga dijuluki “Lumumba Vea”.

Sejak 2013, Kuka konsisten mendukung timnas Kongo dengan berdiri diam sambil mengangkat satu tangan, menyerupai patung Lumumba.

Lumumba menjadi simbol perlawanan, persatuan, dan patriotisme yang juga tercermin dalam gaya bermain Kongo.

Tim asuhan Sebastien Desabre mengusung kombinasi fisik, kecepatan, bakat individu, dan disiplin dalam pola permainan.

Mereka biasanya menggunakan formasi 4-1-4-1 atau 4-4-1-1 dengan satu gelandang bertahan sebagai penyeimbang.

Skuad Kongo juga banyak diperkuat pemain diaspora, dengan sekitar 17 dari 26 pemain lahir atau berkarier di luar negeri.

Semua pemain Kongo bermain di luar negeri, termasuk Aaron Wan-Bissaka, Axel Tuanzebe, Arthur Masuaku, Noah Sadiki, dan Yoane Wissa.

Dalam skema Desabre, Kongo akan bermain ofensif dengan dua penyerang vertikal, Cedric Bakambu dan Yoane Wissa.

Samuel Moutoussamy menjadi poros di lini tengah, sementara Axel Tuanzebe dan Aaron Wan-Bissaka mengisi sektor sayap pertahanan, bersama kapten Chancel Mbemba dan Arthur Masuaku di lini belakang.

Dengan komposisi tersebut, Kongo berupaya menahan tekanan Portugal yang memiliki kreativitas tinggi di lini tengah.

Namun, gaya bermain terbuka Kongo berpotensi menjadi celah yang dimanfaatkan Portugal.

Selain itu, Portugal yang menempati peringkat 5 dunia dinilai lebih unggul secara kualitas dan pengalaman dibanding Kongo yang berada di peringkat 45 dunia, sehingga lebih diunggulkan untuk memenangkan laga.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.