Pondok Pesantren Baitul Arqom Peringati Haul Ke-16 Alm. KH. Yusuf Salim Faqih
Pendidikan yang beliau tempuh di luar negeri menjadikannya sebagai sosok yang berwawasan luas, sehingga mampu membawa perubahan signifikan bagi perkembangan Pondok Pesantren Baitul Arqom. Beliau juga mendalami ilmu kajian kitab di Mekkah di bawah bimbingan As-Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Hasani Murobbi.
Selama masa kepemimpinannya, KH. Yusuf Salim Faqih juga berperan besar dalam memodernisasi sistem pendidikan di pesantren. Salah satu terobosan penting yang beliau lakukan adalah pembentukan Lembaga Bahasa Arab (LBA), yang mewajibkan para santri untuk menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi sehari-hari di pesantren.
Pada tahun 1982, KH. Yusuf Salim Faqih memperkenalkan program orientasi bahasa Arab atau taujeih lughoh arobiyyah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Arab para santri. Program ini berhasil menarik minat banyak santri dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jabotabek, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Papua, NTT, dan lainnya.
KH. Yusuf Salim Faqih berpulang ke rahmatullah pada Sabtu, 4 Juli 2009 M, yang bertepatan dengan 11 Rojab 1430 H, pada pukul 04.30 WIB. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, santri, dan masyarakat. Almarhum meninggalkan sembilan anak, yang masing-masing kini melanjutkan perjuangan dan dedikasinya dalam mengembangkan Pondok Pesantren Baitul Arqom.
Peringatan haul ke-16 ini menjadi momen untuk mengenang kembali perjuangan dan dedikasi KH. Yusuf Salim Faqih dalam membangun pondok pesantren, serta menyebarkan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah. Semangat dan warisan ilmu beliau akan terus dikenang dan dilanjutkan oleh generasi penerus yang telah dididik dan dibina dengan penuh kasih sayang di pesantren ini.
@ridwan ch madris
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!