Polrestabes Bandung Tangkap Pelaku Perusakan Fasilitas di Stadion GBLA Usai Laga Persib vs Persis Solo

Desi Rossilawati
Selasa, 27 Mei 2025 | 10:57 WIB
Bagikan
Polrestabes Bandung Tangkap Pelaku Perusakan Fasilitas di Stadion GBLA Usai Laga Persib vs Persis Solo

VISI.NEWS | BANDUNG - Polrestabes Bandung menangkap terduga pelaku perusakan fasilitas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) usai laga antara Persib Bandung melawan Persis Solo pada Sabtu (24/5/2025).

Kapolrestabes Bandung, Kombes Budi Sartono, mengatakan polisi berhasil menangkap pelaku perusakan gawang di Stadion GBLA.

“Sudah diamankan satu orang,” ujar Budi dikutip dalam keterangannya, Senin (26/5/2025). Ia mengatakan saat ini pihaknya tengah memeriksa terduga pelaku tersebut. Selain itu, polisi juga masih memburu terduga pelaku lainnya. “Masih diperiksa,” pungkasnya. Dalam video yang beredar di media sosial, tampak sejumlah pendukung Persib diduga merusak sejumlah fasilitas di Stadion GBLA usai laga penutup pada musim ini. Terlihat pendukung Persib  tersebut mengambil rumput lapangan dan jaring gawang dipotong ramai-ramai.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mengancam akan membawa pendukung Persib alias bobotoh yang merusak rumput dan jaring gawang di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA ) ke ranah pidana atau barak militer.

Ancaman tersebut ia lontarkan sambil mengunggah video momen bobotoh merayakan Persib juara liga I di GBLA. Video itu menunjukkan ada bobotoh yang merusak rumput dan jaring gawang. "Proses pidana atau barak militer adalah solusi untuk Anda sekalian," kata Dedi lewat akun Instagram resmi @dedimulyadi71, Senin (26/5/2025). Dalam unggahan itu, Dedi menegaskan momen perayaan Persib yang menjuarai liga tidak boleh dilakukan dengan tindakan yang melanggar hukum.

Dedi menjelaskan bagi bobotoh yang sudah di atas umur akan dibawa ke ranah pidana jika terbukti bersalah. Sementara bobotoh yang berada di bawah umur dan terbukti tidak bersalah akan dibawa ke barak militer.

"Tunggu aparat akan segera datang untuk melakukan klarifikasi dan pemeriksaan, apabila terbukti itu pidana agar diproses," ujar Dedi. "Apabila di bawah umur maka barak militer adalah tempat untuk Anda semua melakukan pelatihan sampai Anda menyadari bahwa tindakan Anda memang salah," lanjutnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.