Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Polisi Ungkap WNA yang Ngamuk di Kalibata City Ternyata Positif Narkoba

Desi Rossilawati
Selasa, 29 April 2025 | 10:34 WIB
Bagikan
Polisi Ungkap WNA yang Ngamuk di Kalibata City Ternyata Positif Narkoba

VISI.NEWS | JAKARTA - Polisi mengungkapkan hasil tes urine warga negara asing (WNA) asal Ghana berinisial KUV yang mengamuk di kawasan Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Murodih, mengatakan WNA itu positif narkoba.

"Ditemukan hasil cek urine WNA tersebut juga positif sabu amphetamine," kata Murodih dalam keterangannya, Selasa (29/4/2025). Murodih mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti. Dia mengatakan saat ini WNA itu masih dalam proses perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Selain menjalani pemeriksaan urine, WNA itu juga menjalani pemeriksaan masalah kejiwaan. Tes ini untuk mengetahui apakah WNA itu mengalami gangguan kejiwaan. "Karena memang pada waktu kejadian, banyak yang menjadi korban, sehingga perlu ada pengecekan kurang lebih 14 hari," katanya.

Selain itu, Murodih menyebut pihaknya juga mempertimbangkan untuk mengecek kepemilikan narkoba di unit apartemennya. Namun, hal itu dilakukan usai pelaku selesai menjalani perawatan di rumah sakit. Dalam hal ini, polisi menggandeng Imigrasi Jakarta Selatan untuk memutuskan, apakah WNA tersebut akan dideportasi atau tidak. "Kita sudah komunikasi ya dengan imigrasi, namun dari pihak imigrasi menyatakan bahwa itu tergantung dari kelanjutan dari pihak kepolisian," ucapnya.

Diketahui, kejadian pria WNA ngamuk ini sempat direkam warga dan viral di media sosial. Dalam rekaman video viral, tampak pria WNA telanjang dada dan mengenakan celana pendek ngamuk di area supermarket. Pelaku tampak berteriak sambil menghancurkan barang-barang di rak. Petugas keamanan mencoba untuk mengamankan pelaku, tapi pelaku malah lari dan menyiram badannya dengan menggunakan minyak goreng di lokasi. Ia juga disebut sempat melempar dua anaknya yang berusia 3 dan 2 tahun saat mengamuk. Untungnya, sang anak berhasil diselamatkan petugas pengamanan di lokasi. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.