Polisi Ungkap Rincian 996 Senjata Temuan di Sekolah Jaksel

Desi Rossilawati
Jumat, 7 Agustus 2026 | 16:37 WIB
Bagikan
Polisi Ungkap Rincian 996 Senjata Temuan di Sekolah Jaksel

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Bhudi Hermanto (tengah)./visi.news/liputan6.

VISI.NEWS - Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 pucuk senjata di sebuah yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Hasil penyelidikan menunjukkan hanya satu pucuk yang merupakan senjata api, sedangkan 995 lainnya merupakan senapan angin dan pistol angin.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Bhudi Hermanto, mengatakan hasil tersebut diperoleh setelah Direktorat Intelkam bersama Polres Metro Jakarta Selatan melakukan pendalaman terhadap seluruh barang yang ditemukan di lokasi.

“Dari 996 pucuk yang diduga senjata tadi, kami sampaikan bahwa satu pucuk merupakan senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA,” kata Budi dalam keterangannya dikutip, Jumat (7/8/2026).

Menurut Budi, senjata api tersebut telah diamankan oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Berdasarkan penelusuran Direktorat Intelkam Subdit Wasendak, senjata itu terdaftar atas nama DS yang diketahui telah meninggal dunia pada 2020. Kepolisian masih mendalami status kepemilikan dan legalitas senjata tersebut.

Sementara itu, sebanyak 995 pucuk senjata lainnya terdiri atas:

  • 4 pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter.
  • 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter.
  • 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 milimeter.

Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan di gudang Subdit Wasendak Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya.

Selain senjata, penyidik juga menemukan dokumen impor bernomor SI/5483/XII/2008 yang berkaitan dengan impor softgun atau senapan angin. Dokumen tersebut masih ditelusuri untuk memastikan legalitas serta keterkaitannya dengan ratusan senjata yang ditemukan.

Budi menambahkan, penyidik juga akan memanggil mantan pengurus yayasan berinisial IW untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan guna mendalami asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, hingga tujuan penyimpanan satu senjata api dan ratusan senapan angin tersebut.

“Penyelidikan sampai saat ini masih dilakukan oleh Direktorat Intelkam Subdit Wasendak bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan,” ujar Budi.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.