BPS RI Tetapkan Jember sebagai Pilot Project Integrasi Data Kemiskinan 13 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Senin 13 Juli 2026 13 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Senin 13 Juli 2026 13 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Senin 13 Juli 2026 13 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Senin 13 Juli 2026 13 Jul 2026 Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026 12 Jul 2026 Survei: Pendapatan Tak Menentu Jadi Hambatan Utama Menabung Haji 12 Jul 2026 Kemnaker Gandeng bank bjb Tingkatkan Kompetensi SDM 12 Jul 2026 PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026 BPS RI Tetapkan Jember sebagai Pilot Project Integrasi Data Kemiskinan 13 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Senin 13 Juli 2026 13 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Senin 13 Juli 2026 13 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Senin 13 Juli 2026 13 Jul 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Senin 13 Juli 2026 13 Jul 2026 Argentina Tantang Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026 12 Jul 2026 Survei: Pendapatan Tak Menentu Jadi Hambatan Utama Menabung Haji 12 Jul 2026 Kemnaker Gandeng bank bjb Tingkatkan Kompetensi SDM 12 Jul 2026 PGE Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar lewat Transformasi Digital 12 Jul 2026 OCBC Perkuat Layanan Wealth Management Wealth Management OCBC Fokus pada Solusi Menyeluruh 12 Jul 2026

Polisi Selidiki Aksi Perusakan Fasilitas Umum di Bandung

Desi Rossilawati
Sabtu, 2 Mei 2026 | 13:54 WIB
Bagikan
Polisi Selidiki Aksi Perusakan Fasilitas Umum di Bandung

Perusakan fasilitas umum yang terjadi di Kota Bandung, Jumat (1/5/2026)./visi.news/ist.

VISI.NEWS | BANDUNG - Kepolisian Daerah Jawa Barat tengah menyelidiki motif di balik aksi perusakan fasilitas umum yang terjadi di Kota Bandung, Jumat (1/5/2026) dalam momentum peringatan Hari Buruh. Sejumlah orang berpakaian hitam dan mengenakan penutup wajah dilaporkan melakukan tindakan anarkis setelah rangkaian aksi buruh dinyatakan selesai.

Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Rudi Setiawan, menyampaikan bahwa kelompok tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan aksi buruh yang sebelumnya berlangsung damai. Menurutnya, kegiatan utama yang diikuti mahasiswa dan masyarakat telah berakhir sekitar pukul 17.00 WIB.

“Sejak (Jumat) sore, kelompok masyarakat yang tidak dikenal dengan pakaian hitam dan penutup muka membawa molotov dan melakukan perusakan perusakan fasilitas umum,” ujar Rudi dalam keterangannya dikutip, Sabtu (2/5/2026).

Setelah aksi tersebut, aparat kepolisian mencatat sejumlah kerusakan yang terjadi di beberapa titik kota. Fasilitas yang menjadi sasaran antara lain pembatas jalan berbahan plastik, lampu lalu lintas, kamera pengawas atau CCTV, hingga pos polisi di kawasan Tamansari. Selain itu, sebuah videotron juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat aksi tersebut.

Dalam kejadian itu, kepolisian juga menemukan indikasi adanya tindakan yang membahayakan pengguna jalan, termasuk upaya penghentian kendaraan secara paksa. Aparat di lapangan turut mengamankan barang yang diduga berbahaya seperti bom molotov.

“Kami mengamankan para pelaku yang sudah melakukan perusakan,” kata Rudi.

Hingga saat ini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengidentifikasi secara menyeluruh para pelaku yang telah diamankan. Fokus utama aparat adalah menelusuri identitas, jaringan, serta motif di balik aksi perusakan tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Hendra Rochmawan mengatakan bahwa proses pendalaman masih berlangsung.

“Masih kita dalami dan lengkapi,” ujarnya melalui pesan singkat.

Ia juga menyebutkan bahwa jumlah pasti orang yang telah diamankan serta identitas kelompoknya belum dapat dipublikasikan karena proses pendataan masih berjalan.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Polda Jawa Barat bersama pemerintah daerah meningkatkan pengamanan di sejumlah titik strategis, termasuk pusat keramaian dan jalan protokol. Sementara itu, Kapolda Jabar memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas seperti biasa selama proses penyelidikan berlangsung. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.