Polisi Pastikan Guru Tewas Sekeluarga di Kediri Korban Pembunuhan
VISI.NEWS | KEDIRI - Polisi terus menyelidiki tewasnya 3 dari 4 keluarga guru di Kecamatan Ngancar, Kediri. Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan sementara terhadap fisik 3 jenazah, ketiganya dipastikan merupakan korban pembunuhan.
Kapolres Kediri AKBP Bimo Ariyanto yang menyatakan hal itu. Dia sebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap jenazah, ditemukan sejumlah luka pada bagian kepala korban.
"Berdasarkan temuan awal dan hasil olah TKP pemeriksaan tim Inafis Satreskrim, korban meninggal dunia ini adalah korban pembunuhan. Ada temuan luka pada bagian kepala," ujar Bimo kepada wartawan, Kamis (5/12/2024).
Lebih lanjut Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Fauzy Pratama menjelaskan bahwa ketiga korban meninggal dan 1 korban selamat ditemukan tergeletak bersimbah darah di lokasi yang berbeda.
"Untuk korban pasangan suami istri ditemukan di bagian dapur rumah, sedangkan untuk CAW (9) anaknya yang meninggal ditemukan tergeletak di ruang tengah. Sementara untuk SPY (8) anak yang selamat dan sedang perawatan medis ditemukan di kamarnya," kata Fauzy.
Sebelumnya, pasangan suami istri guru yakni Agus Komarudin (38) dan Kristina (34) ditemukan bersimbah darah bersama 2 anaknya, CAW (9) dan SPY (8). Agus, Kristina, dan CAW dinyatakan meninggal. Sedangkan SPY dalam keadaan kritis.
Agus yang merupakan guru SD di Desa Babadan, Kediri dan istrinya guru di salah satu SD di Kabupaten Tulungagung ditemukan oleh rekan guru Agus bernama Supriono saat hendak menengok keadaan mereka.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Supriono kepada tetangga korban, Karsiman, Agus sebelumnya sempat izin tidak mengajar sehari. Namun hingga Kamis Agus tetap tidak datang ke sekolah untuk mengajar. Karena itulah Supriono ingin menengok keadaannya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!