Polisi Olah TKP Bocah Tenggelam di Kolam Palabuhanratu

Desi Rossilawati
Kamis, 2 Juli 2026 | 14:31 WIB
Bagikan
Polisi Olah TKP Bocah Tenggelam di Kolam Palabuhanratu

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden tewasnya bocah laki-laki berinisial NAN (6) yang tenggelam di Kolam Renang Tirta Permata, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Petugas identifikasi dari Satreskrim Polres Sukabumi melakukan proses olah TKP di lokasi kejadian. Di lokasi, polisi langsung menyisir area kolam renang untuk mengumpulkan informasi awal terkait peristiwa tersebut.

Kolam renang tersebut diketahui berada di area dengan kontur tanah menurun dan diakses melalui tangga berundak dari pintu masuk. Di bagian depan terdapat bangunan loket berbahan kayu dengan papan bertuliskan 'Kolam Renang Tirta Permata' beserta daftar harga tiket masuk.

Setelah memasuki area kolam, petugas kepolisian yang mengenakan pakaian preman maupun berseragam terlihat menyisir tepian kolam berair jernih. Sejumlah petugas juga tampak menunjuk beberapa titik di sekitar kolam yang diduga berkaitan dengan peristiwa tenggelamnya korban.

Usai melakukan penyisiran, polisi kemudian mengumpulkan sejumlah saksi di sebuah saung atau gazebo di pinggir kolam. Para saksi yang terdiri dari pengelola dan pekerja kolam dimintai keterangan terkait kronologi kejadian.

Kesaksian Pekerja Kolam

Salah satu saksi yang dimintai keterangan adalah Ucup Supratman (51). Ia diperiksa di lokasi kejadian dengan didampingi petugas kepolisian. Menjelaskan tugasnya di lokasi, ia mengatakan.

"Membersih kolam bagian ngobat, ngobat, membersih kolam itu aja," ujar Ucup dalam keterangannya dikutip, Kamis (2/7/2026).

Terkait kejadian pada Rabu (1/7/2026) sore, Ucup menyebut dirinya baru tiba di lokasi loket dan belum sempat turun ke area kolam.

"Di atas di tiket baru datang soalnya kita, ya. Soalnya kan jam 4 (16.00 WIB) kita datang, heeh gitu. Biasanya sih setengah 4 udah datang, cuman lagi nggak enak badan gitu," ungkap Ucup saat ditanya posisinya.

Ia juga menyampaikan bahwa kerabat yang mengantar korban, yang disebut sebagai bibi korban, berada di area loket bersamaan dengan kedatangannya.

"Di tiket, sedang di tiket. Iya, bareng sama saya datengnya gitu lah. Heeh, barengannya sama saya gitu," tutur Ucup.

Ucup menambahkan bahwa orang tua korban tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung.

"Enggak ada, enggak ada orang tuanya. Uanya, kalau dibilang uanya atau apa kita nggak tahu, yang penting oh ini mungkin ibunya kan gitu," terangnya.

Karena berada di area atas, Ucup mengaku tidak melihat langsung detik-detik korban tenggelam. Ia mengetahui kejadian setelah korban dievakuasi ke pinggir kolam oleh pengunjung.

"Udah diangkat di sana, sudah diangkat. Oleh itu Pak Rohman guru itu les, setahu saya gitu, nggak tahu yang persis dari bawahnya kita nggak tahu," kisahnya.

Setelah dievakuasi, korban sempat mendapat pertolongan pertama sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.

"Di pertolongan pertama dulu gitu sama yang tahu gitu, ya. Langsung dibawa ke IGD sih, nggak lama," imbuh Ucup.

Terkait kondisi kolam, ia menjelaskan bahwa kedalaman kolam bervariasi dengan dasar yang miring.

"Paling dalem itu 18 (1,8 meter). Kalau yang ujung itu 1 meteran lah. Iya, jadi posisinya gitu (miring)," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, NAN (6) dilaporkan tenggelam di kolam renang tersebut pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Korban diketahui datang bersama dua kerabatnya berinisial C (10) dan I (16), serta diantar oleh bibinya.

Insiden bermula ketika bibi korban meninggalkan area kolam untuk menjemput keponakan lainnya. Saat pengawasan terlepas, korban bersama dua kerabatnya bermain dan sempat berlomba menyelam, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi mengambang.

Korban kemudian dibawa ke IGD RSUD Palabuhanratu oleh warga dan keluarga. Namun, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka di Kampung Sumur Bandung, Desa Citepus, untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.