Polisi Dalami Penyebab Ledakan Rumah Grand Polonia Medan
Ilustrasi./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Polrestabes Medan masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pascaledakan rumah di kawasan Grand Polonia, Medan, Rabu (22/7/2026). Ledakan yang terjadi pada Senin (20/7/2026) itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Hingga kini, lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi dan dijaga ketat untuk mendukung proses penyelidikan. Alat berat juga masih dikerahkan guna membersihkan material bangunan yang menutupi bagian depan rumah yang roboh.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan pihaknya mempertahankan kondisi lokasi dalam status quo hingga seluruh tahapan investigasi selesai dilakukan.
"Kita akan menjaga area ini tetap status quo. Kenapa status quo? Karena masih ada tahap kedua. Tahap kedua adalah memastikan alat-alat bukti yang akan kita cari. Kita lakukan secara induktif dan deduktif," kata Jean dalam keterangannya dikutip, Rabu (22/7/2026).
Selain mengumpulkan alat bukti, polisi juga masih mendata berbagai barang milik penghuni rumah yang ditemukan di area reruntuhan untuk memastikan apakah berkaitan dengan penyelidikan atau dapat dikembalikan kepada pemiliknya.
"Masih banyak barang-barang milik pemilik yang harus kita lakukan pendataan. Apakah itu nanti ada kaitan dengan alat bukti dan barang bukti, atau itu barang-barang yang akan kita kembalikan kepada pemiliknya," ujarnya.
Jean turut mengimbau masyarakat agar tidak memasuki area yang masih berada dalam pengawasan kepolisian demi menjaga keamanan lokasi dan mencegah potensi tindak pidana, seperti pencurian.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang ada di tempat, karena di sini masih dalam status quo dan penjagaan kepolisian, untuk mengantisipasi tindak pidana lainnya entah itu pencurian dan lain-lainnya," jelasnya.
Ledakan besar diketahui terjadi di rumah nomor 3B Perumahan Grand Polonia pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Kekuatan ledakan mengakibatkan bangunan tiga lantai tersebut mengalami kerusakan berat hingga sebagian besar strukturnya runtuh.
Selain menghancurkan rumah yang menjadi pusat ledakan, reruntuhan bangunan juga menimpa tiga mobil yang terparkir di depan rumah. Sejumlah rumah di sisi kiri, kanan, dan depan lokasi turut mengalami kerusakan akibat kuatnya gelombang ledakan.
Penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian bersama tim terkait. Namun, hasil investigasi awal mengarah pada dugaan kebocoran gas dari jaringan pipa bawah tanah yang berada di area rumah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!