Polisi Buru Tiga Pelaku Pembacokan Pedagang di Ciledug

Desi Rossilawati
Jumat, 3 Juli 2026 | 12:39 WIB
Bagikan
Polisi Buru Tiga Pelaku Pembacokan Pedagang di Ciledug

Aparat Polres Metro Tangerang Kota menangkap sebagian pelaku pembacokan terhada pedagang buah di Ciledug, Kota Tangerang, Banten, Kamis (2/7/2026) malam./visi.news/Polres Metro Tangerang Kota.

VISI.NEWS - Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota masih memburu tiga orang terduga pelaku pembacokan terhadap pedagang buah di Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Aksi kekerasan tersebut diduga dipicu penolakan korban untuk memberikan uang jatah preman.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Parikhesit, mengatakan pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

"Penyidik masih memburu sejumlah terduga pelaku lain di antaranya ZI alias Udin, Fajar, dan Angki yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut," kata Parikhesit dalam keterangannya dikutip, Jumat (3/7/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Sudimara Barat, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, pada Rabu (1/7) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Insiden bermula ketika seorang pria berinisial ZI alias Udin mendatangi lapak pedagang buah dan meminta uang sebesar Rp10 ribu per hari.

Menurut Parikhesit, permintaan tersebut ditolak oleh para pedagang. Setelah itu, pelaku sempat meninggalkan lokasi namun kembali dengan membawa senjata tajam serta mengajak sejumlah rekannya.

"Permintaan tersebut ditolak oleh para pedagang. Setelah itu yang bersangkutan pergi, namun tidak lama kemudian kembali sambil membawa senjata tajam dan juga mengajak beberapa rekannya," kata Parikhesit.

Ia menjelaskan, kelompok tersebut awalnya datang dengan jumlah sekitar enam orang dan menantang para pedagang. Setelah sempat terlibat bentrokan, kelompok itu kembali dengan tambahan sekitar sepuluh orang yang juga membawa senjata tajam.

"Kelompok tersebut kemudian melakukan penyerangan hingga terjadi keributan yang mengakibatkan beberapa orang mengalami luka bacok," ujarnya.

Akibat kejadian itu, tiga pedagang mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Selain itu, dua orang dari kelompok penyerang juga dilaporkan mengalami luka.

Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan dan mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Salah satunya berinisial MSS alias Bule yang diduga ikut melakukan pembacokan, serta Panji alias Qbenk yang diduga membantu evakuasi salah satu pelaku ke rumah sakit.

"Dalam penggeledahan di rumah salah satu terduga pelaku, petugas menemukan sarung golok. Sementara di lokasi lain ditemukan sandal yang terdapat bercak darah dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," jelas Parikhesit.

Selain itu, polisi juga menyita sebilah golok yang ditemukan di lokasi kejadian sebagai barang bukti. Penyidik masih melanjutkan pengembangan kasus untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari mengimbau masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Apabila mengalami tindakan premanisme, pemerasan, atau tindak pidana lainnya, segera laporkan kepada kepolisian melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat.

Ia juga menegaskan agar masyarakat tidak mudah terpancing emosi dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.

"Kami akan menindak tegas setiap bentuk aksi premanisme yang meresahkan masyarakat sesuai ketentuan hukum yang berlaku," ujar Jauhari.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.