Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Polisi Bongkar Kasus Pabrik Pupuk Palsu di Bandung Barat, 10 Ton Disita

Desi Rossilawati
Jumat, 22 November 2024 | 15:00 WIB
Bagikan
Polisi Bongkar Kasus Pabrik Pupuk Palsu di Bandung Barat, 10 Ton Disita

VISI.NEWS | BANDUNG BARAT - Polisi membongkar pabrik pembuatan pupuk palsu di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Bos pabrik dan barang bukti 10 ton pupuk palsu siap edar diamankan dan disita.

Kasus ini terbongkar berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Subdit Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar yang dipimpin Kasubdit Tipidter AKBP Andry Agustiano sejak Oktober 2024. Polisi saat itu mengendus aktivitas mencurigakan pabrik tersebut.

Polisi lalu melakukan penggerebekan. Saat itu didapat sejumlah pekerja yang tengah melakukan aktivitasnya.

"Pada saat itu juga telah diamankan barang bukti berupa pupuk palsu nonsubsidi merek Phonska sebanyak 40 karung, dengan isi berat 50 kilogram per karung dengan merek Phonska. Kemudian penyidik juga menemukan 5 karung bahan baku berupa tepung dolomit dengan berat 50 kilogram per karung," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Jules Abraham Abast di Mapolda Jabar, Jumat (22/11/2024).

Belakangan diketahui pabrik itu dikendalikan oleh MN. Polisi pun berhasil mengamankan MN. Berdasarkan pengakuannya, MN memproduksi pupuk palsu yang tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan pemerintah

"Dari hasil pengujian secara laboratorium terhadap sampel pupuk anorganik yang dipalsukan oleh Tersangka MN, ditemukan fakta bahwa pupuk tersebut dipalsukan, dibuktikan dengan isi kandungan tidak sesuai dengan label," kata dia.

"Kemudian pelaku memperjualbelikan pupuk palsu jenis anorganik dengan merek Phonska," Jules menambahkan. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.