Polemik SPAM Bandung Timur Berlanjut, Warga dan Paguyuban Rahayu Minta Pihak Terkait Serius Menanggapinya

Desi Rossilawati
Sabtu, 6 September 2025 | 14:33 WIB
Bagikan
Polemik SPAM Bandung Timur Berlanjut, Warga dan Paguyuban Rahayu Minta Pihak Terkait Serius Menanggapinya
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Para petani dan warga Pacet yang tergabung dalam Paguyuban Rahayu, mengaku belum merasa puas menyampaikan aspirasi dan keluh kesahnya terkait rencana pengambilan air di Sungai Citarum untuk proyek SPAM Bandung Timur. Baru-baru ini, Paguyuban Rahayu menghadiri rapat dengan DPRD Kabupaten Bandung yang dilaksanakan di ruang Badan Musyawarah. "Jadi yang waktu itu kemarin itu rapat, kita hadir, kemudian para pimpinan dewan, para ketua komisi dan yang mewakilinya hadir juga. Tetapi dari pihak PDAM Tirta Raharja, PT ABT, PT Moya yang terlibat langsung dengan proyek ini tidak menghadiri," kata Ketua Paguyuban Rahayu, Iyus Rusli, Sabtu (6/9/2025). Ia merasa telah dijanjikan dan akan ditindaklanjuti terkait persoalan ini. Namun kenyataannya hal itu ternyata tidak mudah mereka dapatkan. "Jangan cuma disuruh nunggu-nunggu gak jelas, kita di undang hadir, kenapa yang lain dengan alasan ada tugas luar tidak memprioritaskan kami yang selama ini selalu menunggu dan ingin ada titik temunya soal ini," jelasnya. "Kita ingin segera mungkin mendapat jawaban dan kejelasan dari pihak terkait untuk mengatasi polemik yang berlarut-larut. Jangan sampai menanggapinya tidak serius persoalan ini," tambahnya. Sementara itu, Ketua DPRD Kab. Bandung Renie Rahayu Fauzie menyampaikan bahwa dari jauh-jauh hari telah melayangkan surat kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam proyek SPAM Bandung Timur. ”Sebenarnya kegiatan ini sudah direncanakan. Kita sudah mengundang para OPD terkait dengan masalah SPAM, PDAM Tirta Raharja serta PT Moya dan PT ABT. Tetapi, mereka lagi ada kegiatan mendapingi Bupati, akhirnya kami yang harus menerima,” jelas Renie, dikonfirmasi pada Jumat (5/9/2025). Menurut legislator asal dapil 5 ini, masyarakat tidak menolak kehadiran SPAM tersebut, hanya ada kehawatiran pembangunan infrastruktur penyediaan air minum itu akan mengurangi pasokan air ke wikayah pertanian di wilayah timur Kabupaten Bandung serta masyarakat pun akan kekurangan air. Hal ini, dikarenakan SPAM tersebut air bakunya mengambil dari Sungai Citarum, yang selama ini digunakan oleh masyarakat sekitar. Renie juga menyampaikan bahwa, untuk menjawab kekhawatiran masyarakat tersebut, DPRD akan mengagendakan kembali rapat kerja dengan Paguyuban Rahayu, OPD terkait , PDAM Tirta Raharja serta PT MOYA dan PT ABT sebagai pelaksana proyek tersebut. ”Setelah ada rapat pimpinan (rapim) dan rapat badan musyawarah (bamus). Insya Allah, kita akan agendakan kembali untuk mempertemukan pihak Paguyuban Rahayu dengan PDAM, PT MOYA, PT ABT dan para OPD yang berkaitan dengan pembangunan SPAM tersebut,” tuturnya Diketahui bahwa Paguyuban Rahayu bukan kali pertama datang ke kantor DPRD untuk mengaspirasikan soal pembangunan SPAM Wilayah Timur Kabupaten Bandung. Kemudian persoalan itu sempat dibahas di rapat kerja Komisi B pada Juli 2025. Saat itu, Dirut PDAM Tirta Raharja, Teddy Setiabudhi yang hadir pada rapat kerja tersebut, menegaskan, jika SPAM dengan kapasitan 1.100 liter/ detik tidak akan mengganggu pada aktifitas pertanian di wilayah timur Kabupaten Bandung. @gvr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.