Drama Penalti! Bungkam Persib, Persebaya Juara Piala Presiden 2026 6 Aug 2026 TP Pertahankan Status Visionary Leader Berkat Inovasi AI di Asia Pasifik 6 Aug 2026 Prabowo Belum Ganti Kapolri, Desakan Reformasi Polri Makin Menguat 6 Aug 2026 Drama Final Dimulai! Persib Tertahan, Persebaya Menggigit 1-1 6 Aug 2026 Polrestabes Bandung Siagakan 1.380 Personel Amankan Final Piala Presiden 6 Aug 2026 PowerCore 5.0 Meluncur, Solusi Listrik Prefabrikasi Pertama untuk Pusat Data AI Berdaya Tinggi 6 Aug 2026 STEM Jadi Kunci, Menaker Dorong Lulusan Kampus Siap Hadapi Dunia Kerja 6 Aug 2026 Penentuan Semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026 Dimulai, Indonesia Wajib Menang atas Singapura 6 Aug 2026 HYPTEC HT Tampil Dua Wajah di GIIAS 2026, GAC Buktikan SUV Listrik Bisa Bergaya Mewah hingga Rally Dakar 6 Aug 2026 Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Kemiskinan Turun ke 6,54 Persen 6 Aug 2026 Drama Penalti! Bungkam Persib, Persebaya Juara Piala Presiden 2026 6 Aug 2026 TP Pertahankan Status Visionary Leader Berkat Inovasi AI di Asia Pasifik 6 Aug 2026 Prabowo Belum Ganti Kapolri, Desakan Reformasi Polri Makin Menguat 6 Aug 2026 Drama Final Dimulai! Persib Tertahan, Persebaya Menggigit 1-1 6 Aug 2026 Polrestabes Bandung Siagakan 1.380 Personel Amankan Final Piala Presiden 6 Aug 2026 PowerCore 5.0 Meluncur, Solusi Listrik Prefabrikasi Pertama untuk Pusat Data AI Berdaya Tinggi 6 Aug 2026 STEM Jadi Kunci, Menaker Dorong Lulusan Kampus Siap Hadapi Dunia Kerja 6 Aug 2026 Penentuan Semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026 Dimulai, Indonesia Wajib Menang atas Singapura 6 Aug 2026 HYPTEC HT Tampil Dua Wajah di GIIAS 2026, GAC Buktikan SUV Listrik Bisa Bergaya Mewah hingga Rally Dakar 6 Aug 2026 Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73 Persen, Kemiskinan Turun ke 6,54 Persen 6 Aug 2026

Pilu Seorang Ibu Yang Diduga Anaknya Disekap dan Disiksa di Myanmar

ED
Senin, 12 Agustus 2024 | 11:18 WIB
Bagikan
Pilu Seorang Ibu Yang Diduga Anaknya Disekap dan Disiksa di Myanmar

VISI.NEWS | JAKARTANasib malang menimpa Suhendri Ardiansyah (27), seorang warga Pesanggrahan, Jakarta Selatan, yang diduga menjadi korban penyekapan dan penganiayaan di Myanmar. Suhendri, yang akrab disapa Hendri, mengalami peristiwa ini setelah tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji fantastis di luar negeri.

Kisah pilu ini berawal ketika Hendri diajak oleh temannya, Risky, untuk bekerja di sebuah perusahaan di Thailand. Menurut Daniel, sepupu Hendri, Risky menjanjikan pekerjaan yang menggiurkan sebagai staf di sebuah perusahaan di Bangkok, Thailand, dengan gaji sebesar USD 10 ribu atau setara Rp 159 juta per bulan, termasuk fasilitas makan dan minum yang ditanggung.

Pada 11 Juli 2024, Hendri berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bangkok, Thailand. Setibanya di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Hendri dijemput oleh sebuah mobil yang berisi enam orang, termasuk Risky dan empat orang lainnya yang disebut sebagai warga negara India. Namun, di tengah perjalanan, Hendri dipisahkan dari Risky dan dibawa ke sebuah tempat di Myanmar.

Daniel mengungkapkan bahwa Hendri awalnya mengira akan dibawa ke Maesot, Thailand, tetapi setelah menempuh perjalanan selama delapan jam, ia tiba-tiba berada di sebuah bangunan yang menyerupai rumah susun di Myanmar. Di tempat itulah Hendri diduga disekap dan disiksa oleh para pelaku, yang kemudian meminta tebusan sebesar USD 30 ribu atau sekitar Rp 500 juta agar Hendri bisa dibebaskan.

Hingga saat ini, Hendri diduga masih berada di Myanmar, dan pihak keluarga berharap agar pemerintah Indonesia segera turun tangan untuk memulangkan Hendri dengan selamat ke tanah air. "Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah untuk bisa membawa Hendri pulang," ujar Daniel dengan penuh harap.

@shintadewip

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.