PGE Raih ESG Champion, Kukuhkan Komitmen Energi Berkelanjutan
Pada kuartal pertama 2026, PGE membukukan pertumbuhan produksi listrik sebesar 15,22 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi 1.370 gigawatt-hour (GWh). Kenaikan produksi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menopang pertumbuhan kinerja perusahaan pada awal tahun.
Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 megawatt (MW). Dari jumlah tersebut, sebanyak 727 MW dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE, sementara 1.205 MW lainnya dikelola melalui skema Kontrak Operasi Bersama.
Dengan penguasaan sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional, PGE memegang peran strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan rendah emisi karbon.
Catat ESG Rating Tertinggi di Indonesia
Selain menunjukkan pertumbuhan operasional yang solid, PGE juga terus memperkuat reputasinya dalam aspek keberlanjutan.
Pada Desember 2025, perusahaan memperoleh skor ESG sebesar 7,1 dari Sustainalytics, yang menempatkannya sebagai perusahaan dengan risiko ESG sangat rendah sekaligus menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
Prestasi lainnya juga diraih melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Pada April 2026, PGE Area Kamojang kembali meraih PROPER Emas untuk ke-15 kalinya secara berturut-turut, sementara PGE Area Ulubelu meraih PROPER Emas untuk keempat kali berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Di tingkat internasional, PGE juga mencatatkan pencapaian prestisius dengan menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk dalam daftar Top 50 Global ESG Companies 2025.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!