P&G Perkuat Komitmen dan Bagikan Perkembangan Seputar Kesetaraan & Inklusi di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika

ED
Jumat, 5 Mei 2023 | 03:09 WIB
Bagikan
P&G Perkuat Komitmen dan Bagikan Perkembangan Seputar Kesetaraan & Inklusi di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika
  • P&G mengumumkan komitmen baru di konferensi #WeSeeEqual yang diikuti para pegiat kesetaraan & inklusi internasional seperti Eddie Ndopu, Sarah Harden, Chieko Asakawa, dan Elissa Frieha

VISI.NEWS | SINGAPURA- Procter & Gamble (NYSE: PG) hari ini mengumumkan komitmen baru untuk meningkatkan Kesetaraan & Inklusi (Equality & Inclusion/E&I) di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika (AMA) di konferensi tahunannya #WeSeeEqual pada tingkat regional. Acara ini diikuti pegiat dan sosok kenamaan dunia dari sektor swasta dan publik.

President, P&G, Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika, Stanislav Vecera, membagikan komitmen baru dalam mendorong perkembangan di tingkat regional:

  1. Lewat program Always dan Whisper "Keeping Girls in School", P&G akan mengedukasi lebih dari 35 juta remaja perempuan tentang pubertas dan menjaga kebersihan menstruasi di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika dalam tiga tahun mendatang. P&G akan meningkatkan kesadaran remaja perempuan untuk mempelajari masa menstruasi, serta mencegah remaja perempuan putus sekolah.
  2. Pada tahun depan, P&G akan membentuk tim kerja "Mental Health First Aiders" yang bersertifikasi di Asia, Timur Tengah, dan Afrika

Menurut riset, kesehatan mental dan DEI (Diversity, Equity, and Inclusion) sangat berkaitan.

Kesehatan mental seseorang juga dipengaruhi sejumlah faktor, seperti perundungan yang tidak disadari (microaggression), kurangnya rasa terwakili, dan bias implisit (unconscious bias). Maka, "mental health first aider" yang dibentuk P&G terdiri atas tenaga kerja dari beragam kelompok kerja yang akan dilatih dan disertifikasi oleh lembaga dan instansi resmi. Tim ini akan membantu dan mendukung koleganya yang mengalami isu kesehatan mental.

Menjangkau seluruh pasar dan menangani 19.000 tenaga kerja di tingkat regional, tim First Aider akan bertindak sebagai unit reaksi cepat pada garda terdepan, serta mampu mengenali ciri-ciri dan gejala dari tekanan emosional, dan berinisiatif menjalin diskusi secara suportif dengan rekan kerja. Tim ini akan mengarahkan rekan kerjanya agar memanfaatkan sarana yang tersedia di perusahaan, serta menganjurkan bantuan dari profesional.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.