P&G Perkuat Komitmen dan Bagikan Perkembangan Seputar Kesetaraan & Inklusi di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika
Sebagai bagian dari komitmen senilai $300 juta lewat kerja sama dengan usaha yang dimiliki dan dipimpin perempuan di wilayah AMA pada 2021-2025, P&G membuat perkembangan dan telah menginvestasikan senilai $175 juta dalam inisiatif tersebut. Lewat program unggulannya AMA Women Entrepreneurs Academy, P&G telah membangun keahlian lebih dari 1.000 Pengusaha Perempuan di 10 pasar di wilayah AMA sehingga mereka mampu meningkatkan daya saing usahanya.
P&G berkomitmen meningkatkan aksesibilitas program periklanan, termasuk konten media sosial dan situs, lewat komunikasi yang mudah diterima oleh orang dengan disabilitas penglihatan dan pendengaran pada 2024. P&G membuat perkembangan baik dalam komitmen ini, dan pada 2024, mayoritas materi komunikasi perusahaan dapat diakses oleh pihak yang memiliki disabilitas penglihatan dan pendengaran. P&G terus berupaya mewujudkan tingkat keterwakilan direktur perempuan secara setara di balik layar untuk program periklanan.
Di wilayah AMA, P&G meningkatkan angka keterwakilan direktur perempuan dari 16% pada 2019 menjadi lebih dari 35% pada saat ini. P&G ingin mencapai tingkat keterwakilan hingga 50% lewat langkah komprehensif untuk membangun, mendorong, dan menghubungkan beragam tenaga kerja perempuan di bidang periklanan, media, serta konten. Konferensi "We See Equal" P&G diikuti sosok berpengaruh dan pemimpin global, termasuk:
- Guneet Monga Kapoor, Produser pertama asal India yang memenangkan penghargaan Oscar, CEO - Sikhya Entertainment.
- Eddie Ndopu, Aktivis Kemanusiaan dan Pemenang Penghargaan, Pembuat Kisah, Praktisi Disabilitas Elissa Freiha, Pendiri & Chief Executive Officer, Womena Sarah Harden, Chief Executive Officer, Hello Sunshine.
- Sia Nowrojee, Senior Director, Girls & Women Strategy, United Nations Foundation
- Aparna Piramal Raje, Penulis (Chemical Khichdi), Pembicara, Edukator.
- Chieko Asakawa, Ahli Ilmu Komputer yang Mengalami Gangguan Penglihatan, IBM Fellow Simidele Adeagbo, Atlet Olimpiade dan Aktivis.
"Banyak bukti yang semakin menunjukkan bahwa kesetaraan gender terwujud sekitar satu hingga tiga abad lagi, bergantung pada laporan mana yang Anda pilih dan hal apa yang Anda ukur. Poin data yang terkumpul telah berulang kali mengungkap lebarnya kesenjangan dan diskriminasi, serta hasil yang mengkhawatirkan," ujar Sia
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!