Pezeshkian Tegaskan Iran Tak Akan Bernegosiasi di Bawah Ancaman AS
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 12 Maret 2025 | 22:30 WIB
VISI.NEWS | IRAN - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tidak akan berunding dengan Amerika Serikat (AS) selama masih berada di bawah ancaman. Dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Iran pada Selasa (11/3/2025), Pezeshkian mengatakan kepada Presiden AS, Donald Trump, bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan.
"Tidak dapat diterima bahwa mereka (AS) memberi perintah dan membuat ancaman. Saya bahkan tidak akan bernegosiasi dengan Anda. Silakan lakukan sesukamu" ujar Pezeshkian, menggarisbawahi sikap tegas Iran terhadap kebijakan AS.
Sikap ini juga diperkuat oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang menyatakan bahwa Teheran tidak akan tunduk pada tekanan negosiasi, sehari setelah Trump mengaku telah mengirim surat kepada Iran untuk membahas kesepakatan nuklir baru.
Meskipun Trump menyatakan keterbukaannya terhadap perundingan, pemerintahannya tetap melanjutkan kebijakan 'tekanan maksimum' untuk mengisolasi Iran secara ekonomi dan menekan ekspor minyak negara itu hingga titik terendah. Dalam wawancara dengan Fox Business, Trump menegaskan ada dua opsi dalam menangani Iran yaitu melalui jalur militer atau perjanjian nuklir.
Iran sendiri membantah ambisi untuk mengembangkan senjata nuklir. Namun, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) memperingatkan bahwa Teheran kini mempercepat pengayaan uranium hingga 60 persen, mendekati tingkat 90 persen yang dibutuhkan untuk pembuatan senjata nuklir.
Program nuklir Iran mulai dipercepat sejak 2019, setahun setelah Trump menarik AS dari perjanjian nuklir 2015 dan kembali memberlakukan sanksi berat terhadap Iran. Ketegangan ini semakin memperumit upaya diplomasi, dengan Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan tunduk pada tekanan internasional. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!