Petugas Imigrasi Soetta Diduga Terlibat Pemerasan Warga China, Pejabat Dicopot
Editor
Desi Rossilawati
Minggu, 2 Februari 2025 | 18:41 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Sejumlah warga negara China diduga menjadi korban pemerasan oleh petugas imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta, dengan kasus ini terungkap lewat surat yang diduga berasal dari Kedutaan Besar China di Indonesia. Surat tersebut menyebutkan bahwa antara Februari 2024 hingga Januari 2025, ada 44 kasus pemerasan yang menimpa warga China di bandara tersebut, dengan total uang hasil pemerasan mencapai sekitar Rp32.750.000, yang sudah dikembalikan kepada lebih dari 60 warga negara China.
"Terlampir adalah daftar kasus pemerasan antara Februari 2024 hingga Januari 2025. Ini hanyalah puncak gunung es karena ada lebih banyak warga China yang diperas namun tidak mengadukannya lantaran jadwal yang padat atau takut akan pembalasan saat masuk di masa mendatang," demikian isi surat tersebut.
Kedubes China dalam surat tersebut menyatakan bahwa banyak kasus pemerasan lainnya tidak dilaporkan, kemungkinan karena ketakutan korban akan pembalasan. Kedubes meminta agar tanda-tanda yang menyatakan 'Dilarang memberi tip' dan 'Silakan lapor jika terjadi pemerasan' dipasang di area pemeriksaan imigrasi dalam bahasa Mandarin, Indonesia, dan Inggris.
Sebagai respons, Kementerian Imigrasi Indonesia mencopot seluruh pejabat di Kantor Imigrasi Bandara Soetta dan menyatakan bahwa mereka sedang menjalani pemeriksaan internal. Menteri Imigrasi Agus Andrianto mengonfirmasi bahwa tindakan tegas akan diambil sesuai dengan hasil penyelidikan.
"Kami terima kasih atas informasi tersebut. Langsung kami tarik semua yang ada di data dari penugasan di Soetta, kami ganti," kata Agus, Sabtu (1/2/2025).
Pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia juga telah menjalin koordinasi dengan instansi terkait dan Kedutaan Besar China untuk menangani situasi ini lebih lanjut.
"Direktorat Konsuler Kemlu terus membantu memfasilitasi komunikasi dengan seluruh lembaga/instansi terkait di Indonesia dengan pihak Kedubes RRT," ungkap pernyataan Roy. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!