Petugas Haji Diimbau Jadi Agen Kesehatan, Bukan Cuma Pendamping Ibadah
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 17 April 2025 | 18:00 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Kesehatan jadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhendro Susilo, menegaskan bahwa semua petugas haji, bukan hanya dari Kementerian Kesehatan, punya peran penting sebagai agen kesehatan bagi jemaah Indonesia.
Hal ini disampaikan Liliek dalam kegiatan Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Terintegrasi 1446 H/2025 M yang digelar di Pondokgede, Kamis (17/4/2025).
“Promosi kesehatan bukan hanya menjadi domain Kementerian Kesehatan, tapi semua petugas juga bisa menjadi agen kesehatan bagi jemaah dalam proses pembinaan, pelayanan, dan pelindungan,” tegas Liliek.
Regulasi terbaru juga sudah diterbitkan melalui Keputusan Menkes HK.01.07/Menkes/508/2024, yang menekankan bahwa istitaah atau kemampuan berhaji mencakup aspek kesehatan. Artinya, jemaah harus dalam kondisi sehat dan tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain saat menjalani ibadah haji.
Sebelum bisa melunasi biaya haji, jemaah diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan. Selain itu, vaksinasi meningitis juga jadi syarat sebelum keberangkatan.
“Ini bertujuan untuk pelindung diri bagi jemaah, bukan berarti terdeteksi berpenyakit," jelas Liliek.
Untuk menjaga kondisi selama di Tanah Suci, jemaah disarankan menjaga pola makan, kurangi makanan tinggi asam, asin, dan lemak serta cukup istirahat dan tidur.
Liliek juga menyoroti soal walimatussafar (syukuran sebelum keberangkatan haji). Ia menyarankan agar acara itu tidak dilakukan mendekati hari keberangkatan. Idealnya, minimal seminggu sebelumnya, agar jemaah punya waktu cukup untuk istirahat sebelum masuk ke tahap pemberangkatan di embarkasi. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!