Petani Hortikultura Tak Mampu Atasi Masalah Klasik, Ini yang Mereka Butuhkan

ED
Selasa, 9 Agustus 2022 | 20:12 WIB
Bagikan
Petani Hortikultura Tak Mampu Atasi Masalah Klasik, Ini yang Mereka Butuhkan

VISI.NEWS | SOLO - Para petani hortikultura, khususnya petani budidaya tanaman buah pada umumnya menghadapi masalah klasik seperti lingkaran setan yang belum terpecahkan, yaitu berupa masalah pemasaran, penanganan pasca panen dan kultur teknis seperti dalam mengatasi hama penyakit.

Padahal, banyak desa dengan potensi tanaman buah cukup besar dan hasil melimpah yang setiap musim buah bisa mencapai belasan ton buah segar. Namun, akibat petani tidak mampu mengatasi ketiga masalah klasik tersebut, pada masa panen raya banyak buah terbuang menjadi limbah.

Ketua Perhimpunan Hortikultura Indonesia (Perhorti) Jawa Tengah, Prof. Dr. Eddy Triharyanto, mengungkapkan hal itu kepada VISINEWS, sepulang dari pertemuan sambung rasa dengan petani buah jambu air di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Selasa (9/8/2022).

"Pemecahan masalah seperti pemasaran memang harus komprehensif. Perlu diupayakan agar petani mampu melakukan pemasaran secara mandiri. Itu terkait penanganan pasca panen dan kultur teknis. Apalagi, khususnya jambu air daya tahannya pendek dan rentan terhadap hama penyakit. Sehingga kalau tidak bisa segera dipasarkan akan terbuang menjadi limbah," ujar Prof. Eddy.

Dalam sambung rasa bersama kelompok tani yang banyak anggotanya petani muda berlatar belakang sarjana dan aparat Desa Menawan, menurut Ketua Perhorti Jateng itu, muncul banyak usulan menjadikan desa sentra hortikultura menjadi desa wisata dan memanfaatkan limbah sebagai eco enzim, disamping untuk pupuk organik.

"Ketiga masalah utama yang dihadapi petani buah itu perlu diskusi intens antara pemangku kebijakan, Perhorti dan petani. Termasuk perlunya pengkajian untuk menghasilkan produk turunan dari hasil budidaya tanaman hortikultura melalui riset di perguruan tinggi yang sangat penting," jelasnya sambil menambahkan, pada musim panen raya para petani Desa Menawan setiap hari bisa memanen buah segar lebih 15 ton.

Seperti desa-desa lain sentra tanaman hortikultura, sambung Prof. Eddy, perangkat Desa Menawan minta pendampingan Perhorti untuk mengembangkan menjadi desa wisata atau agrowisata. Karena, di Desa Menawan selain merupakan sentra tanam jambu air juga terdapat aneka macam tanaman buah, di antaranya durian, alpukat, rambutan dan sebagainya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.