Peserta OMI 2026 Tembus 230 Ribu, Naik 12,7 Persen

Desi Rossilawati
Selasa, 8 September 2026 | 16:20 WIB
Bagikan
Peserta OMI 2026 Tembus 230 Ribu, Naik 12,7 Persen

Timeline Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Sains 2026./visi.news/kemenag.

VISI.NEWS - Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 mencatat peningkatan partisipasi peserta dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Sebanyak 230.123 siswa tercatat mendaftar OMI 2026, naik 12,7 persen dibandingkan OMI 2025 yang diikuti 204.222 pendaftar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 229.593 peserta atau 99,8 persen dinyatakan lolos verifikasi. Jumlah peserta yang lolos verifikasi tersebut juga meningkat dibandingkan OMI 2025 yang mencapai 202.117 peserta atau naik 13,6 persen.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengatakan peningkatan jumlah peserta menunjukkan semakin kuatnya minat peserta didik terhadap ruang pengembangan bakat, kompetensi, dan prestasi yang disediakan melalui OMI.

“Peningkatan partisipasi ini tentu menjadi kabar baik bagi pendidikan madrasah dan pendidikan Indonesia secara keseluruhan. Bertambahnya peserta berarti semakin banyak potensi dan talenta anak bangsa yang berhasil kita identifikasi dan berikan ruang untuk berkembang,” ujar Amien Suyitno dalam keterangannya dikutip dari laman resmi Kemeneg, Selasa (8/9/2026).

Menurut Amien, OMI tidak hanya menjadi kompetisi untuk menentukan pemenang. Ajang tersebut juga menjadi bagian dari ekosistem pembinaan prestasi peserta didik yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.

“Kompetisi adalah salah satu pintu masuk. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menemukan anak-anak yang memiliki potensi, kemudian memberikan pembinaan yang tepat agar potensi tersebut berkembang menjadi prestasi,” jelas Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang.

Peserta Sekolah Umum Naik 38,1 Persen

Salah satu perkembangan yang menonjol dalam OMI 2026 adalah meningkatnya partisipasi siswa dari sekolah umum. Tercatat sebanyak 13.271 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA mengikuti OMI 2026.

Jumlah tersebut meningkat dari 9.612 peserta sekolah umum pada OMI 2025. Artinya, terdapat tambahan 3.659 peserta atau naik 38,1 persen.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, mengatakan peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa OMI semakin dikenal sebagai ajang kompetisi yang terbuka dan inklusif.

“OMI terus berkembang menjadi ruang kompetisi yang inklusif. Peserta tidak hanya berasal dari madrasah, tetapi juga dari sekolah umum. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk berprestasi dan mengembangkan potensi tidak mengenal batas satuan pendidikan,” ujar Nyayu Khodijah.

Ia menambahkan, keterlibatan siswa sekolah umum menjadi bagian penting dalam memperluas ekosistem kompetisi dan pembinaan prestasi peserta didik.

“Kami ingin OMI menjadi ruang bersama untuk menemukan talenta-talenta terbaik. Karena itu, semakin luas partisipasinya, semakin besar pula peluang kita menemukan potensi peserta didik dari berbagai daerah dan latar belakang pendidikan,” jelas Mantan Rektor UIN Raden Fatah.

Diikuti 230 Ribu Peserta dari 34 Provinsi

OMI 2026 menjangkau peserta dari seluruh wilayah Indonesia. Sebanyak 34 provinsi tercatat berpartisipasi dengan total 230.123 peserta. Data laporan juga menunjukkan keterlibatan lebih dari 33 ribu lembaga pendidikan.

Tiga provinsi dengan jumlah peserta terbanyak yakni:

  1. Jawa Timur: 41.685 peserta.

  2. Jawa Barat: 32.446 peserta.

  3. Jawa Tengah: 30.518 peserta.

Ketiga provinsi tersebut menyumbang 104.649 peserta atau sekitar 45,5 persen dari total peserta secara nasional.

Partisipasi juga datang dari berbagai wilayah di luar Pulau Jawa. Beberapa provinsi dengan jumlah peserta terbesar antara lain Sulawesi Selatan sebanyak 12.850 peserta, Sumatera Utara 12.348 peserta, dan Riau 8.113 peserta.

Peserta Tersebar di Tiga Jenjang

Dari sisi jenjang pendidikan, peserta OMI 2026 tersebar relatif merata. Sebanyak 69.351 peserta berasal dari MI/SD, 75.987 peserta dari MTs/SMP, dan 72.776 peserta dari MA/SMA.

Menurut Nyayu, distribusi tersebut memperlihatkan bahwa pembinaan prestasi dilakukan secara berjenjang sejak pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

“Komposisi peserta di tiga jenjang yang relatif seimbang menunjukkan bahwa minat terhadap kompetisi dan pembinaan prestasi tumbuh sejak pendidikan dasar. Ini menjadi modal penting untuk membangun pembinaan talenta yang berkelanjutan,” kata Direktur KSKK Madrasah.

OMI Didorong Jadi Ekosistem Pengembangan Talenta

Amien Suyitno menegaskan, peningkatan jumlah peserta OMI perlu diikuti dengan peningkatan kualitas pembinaan. Menurutnya, semakin banyak peserta berarti semakin besar pula potensi talenta yang dapat diidentifikasi dan dikembangkan.

“Pertumbuhan peserta harus kita maknai sebagai bertambahnya potensi talenta yang harus kita layani. Karena itu, tantangan kita ke depan bukan hanya menyelenggarakan kompetisi yang semakin baik, tetapi memastikan hasil kompetisi menjadi bagian dari proses pembinaan talenta secara berkelanjutan,” tutur Amien.

Ia berharap OMI dapat terus menjadi salah satu instrumen strategis Kementerian Agama untuk menemukan, mengembangkan, dan mengantarkan peserta didik madrasah maupun sekolah umum menuju prestasi yang lebih tinggi.

“Kita ingin OMI menjadi pintu masuk bagi lahirnya generasi madrasah dan peserta didik Indonesia yang memiliki karakter, kompetensi dan prestasi. Dari kompetisi ini kita berharap muncul talenta-talenta yang kelak mampu membawa nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

OMI Bidang Riset Catat 9.130 Pendaftar

Selain bidang Sains, OMI 2026 juga membuka cabang Riset. Tahun ini, tercatat 9.130 pendaftar pada bidang tersebut.

Dari jumlah itu, sebanyak 8.100 peserta telah mengajukan pendaftaran, sedangkan 1.030 lainnya masih berstatus draft.

“Angka ini menunjukkan tingginya minat siswa madrasah untuk mengembangkan kemampuan riset dan menuangkan gagasan ilmiah melalui ajang kompetisi tingkat nasional,” imbuh Kasubdit Kesiswaan Solla Taufiq.

Berdasarkan jenjang pendidikan, Madrasah Aliyah (MA) menyumbang 4.862 pendaftar, sedangkan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 4.268 pendaftar.

Sementara berdasarkan bidang riset, tiga bidang yang paling banyak diminati yakni:

“Komposisi tersebut memperlihatkan kecenderungan peserta mengangkat riset yang bersinggungan dengan persoalan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan masa kini,” pungkas Solla.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.