Pesepeda Rusia Jelajahi Arab Saudi, Ini Nasihatnya Sederhana
- Perjalanan Anna Rodnishcheva melintasi Kerajaan menjadi bab penting dalam ekspedisi solonya.
- Anna Rodnishcheva bersepeda hingga ke Aqaba, menyeberangi perbatasan ke Arab Saudi, dan sejak itu telah melintasi Tabuk, AlUla, Madinah, Jeddah, dan Taif dalam perjalanannya menuju Riyadh.
VISI.NEWS | MAKKAH - Petualang solo Anna Rodnishcheva (27), menjalani perjalanan ambisius yang melintasi berbagai negara, iklim, dan budaya — hanya dengan sebuah sepeda.
Lahir dan dibesarkan di Moskow serta menempuh pendidikan sebagai ahli biologi sebelum beralih profesi menjadi fotografer acara, Rodnishcheva kini mengayuh ribuan kilometer melintasi lanskap asing demi pencarian akan penemuan, koneksi antarmanusia, dan kegembiraan sederhana dari sebuah perjalanan.
Dalam perbincangannya dengan Arab News, Rodnishcheva memaparkan secara rinci rute perjalanannya di Arab Saudi, seraya menjelaskan bahwa ekspedisi ini merupakan petualangan bersepeda besar ketiganya.
Sebelumnya, ia pernah bersepeda dari Moskow ke Sochi, lalu dari Vladivostok ke Sochi — sebuah rute yang membentang melintasi seluruh wilayah Rusia. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk menjelajahi negeri-negeri asing dengan sepeda.
Ia memulai perjalanannya dari Moskow menuju selatan pada Juni tahun lalu, melintasi Rusia, Georgia, dan Turki sebelum terbang dari Antalya ke Amman. Dari sana, ia mengayuh sepeda menuju Aqaba, menyeberangi perbatasan ke Arab Saudi, dan melanjutkan perjalanan melalui Tabuk, AlUla, Madinah, Jeddah, serta Taif, dalam perjalanannya menuju Riyadh.
Rodnishcheva menjelaskan bahwa persiapan fisik hanya memainkan peran kecil dalam rencana perjalanannya. Ia memulai dengan perlahan dan membiarkan tubuhnya beradaptasi secara alami selama bulan pertama.
Tantangan sesungguhnya, menurutnya, justru terletak pada persiapan mental dan finansial. Ia menghabiskan waktu satu setengah tahun untuk merencanakan perjalanan ini, meskipun awalnya berniat menundanya selama beberapa tahun ke depan.
Pada akhirnya, keyakinannya bahwa “hidup ini singkat” mendorongnya untuk memulai perjalanan dengan sumber daya yang sudah ia miliki. Meski sempat menjalani pemeriksaan medis dan vaksinasi tambahan, ia tidak sempat menyelesaikan semuanya dan tetap memutuskan untuk berangkat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!