IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Perusakan Lahan Gambut di Suaka Margasatwa Rawa Singkil Terhubung dengan Perusahaan Raksasa Dunia

ED
Senin, 14 November 2022 | 11:48 WIB
Bagikan
Perusakan Lahan Gambut di Suaka Margasatwa Rawa Singkil Terhubung dengan Perusahaan Raksasa Dunia
  • Investigasi RAN menemukan perusahaan merk multinasional gagal memenuhi komitmen untuk membersihkan rantai pasok minyak sawit mereka dari deforestasi dan kerusakan lahan gambut menjelang KTT Perubahan Iklim COP ke-27.

VISI.NEWS | ACEH -  Rainforest Action Network (RAN) mengungkap skandal perusakan lahan gambut untuk suplai minyak sawit dari perkebunan ilegal di dalam kawasan Suaka Margasatwa (SM) Rawa Singkil ke rantai pasok minyak sawit dunia. Temuan ini dipublikasikan dalam laporan investigasi "Carbon Bomb Scandals: Big Brands Driving Climate Disaster for Palm Oil", menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP) ke-27 yang sedang berlangsung di Mesir.

Laporan investigasi ini memaparkan dua kasus rantai pasok perkebunan kelapa sawit ilegal yang ditemukan beroperasi di dalam SM Rawa Singkil telah mensuplai sawit untuk diolah menjadi produk minyak sawit yang digunakan oleh perusahaan produsen barang konsumsi dunia.

Perusahaan-perusahaan seperti; Colgate-Palmolive, Nestlé, Ferrero, Nissin Foods, PepsiCo, Procter & Gamble, Mondelēz dan Unilever terungkap diduga masih menerima minyak sawit ilegal yang ditanam dengan mengorbankan lahan gambut kaya karbon di SM Rawa Singkil. Padahal sejak COP ke-21 di Paris pada tahun 2015, banyak dari perusahaan ini telah mengeluarkan komitmen Forest Positive 1 namun tidak semua dari perusahaan tersebut yang menjalankannya.

Perusahaan tersebut juga berkomitmen untuk membangun rencana bersama untuk mengakhiri deforestasi dan memperbaiki peran mereka dalam memicu perubahan iklim melalui konsumsi minyak sawit dunia. Namun investigasi RAN telah menunjukkan bahwa menjelang COP ke-27, perusahaan-perusahaan ini telah gagal memenuhi janji-janji ini dan tetap terhubung dengan Minyak Sawit Bermasalah yang ditanam secara ilegal di dalam SM Rawa Singkil yang dilindungi secara nasional di Indonesia.

Melalui laporan ini RAN juga mendorong agar perusahan-perusahan ini perlu lebih banyak melakukan tindakan nyata, karena produk-produk mereka masih tercemar dengan minyak sawit bermasalah yang ditanam secara ilegal di Kawasan SM Rawa Singkil.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.