Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Pertemuan Trump-Zelensky di Gedung Putih Berujung Cekcok

Desi Rossilawati
Sabtu, 1 Maret 2025 | 19:00 WIB
Bagikan
Pertemuan Trump-Zelensky di Gedung Putih Berujung Cekcok
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Ruang Oval Gedung Putih yang semula direncanakan sebagai upaya diplomasi justru berubah menjadi perselisihan sengit. Ketegangan memuncak saat Wakil Presiden AS JD Vance ikut dalam adu mulut yang disaksikan langsung oleh wartawan. Awalnya, pertemuan ini berlangsung dengan suasana ramah dan penuh diplomasi, di mana kedua pemimpin berjabat tangan dan bertukar pujian. Namun, situasi berubah drastis ketika Vance menuding Zelensky tidak tahu berterima kasih atas bantuan AS dan mengkritik sikapnya terhadap diplomasi dengan Rusia. "Saya pikir kurang ajar jika Anda datang ke Ruang Oval dan memperkarakan hal ini di depan media Amerika," ucap Vance. Zelensky yang merasa diserang secara verbal, menanggapi dengan mempertanyakan apakah Vance pernah mengunjungi Ukraina. Hal ini memicu respons tajam dari Wapres AS, yang menyebut perjalanan Zelensky sebagai 'tur propaganda'. Ketegangan semakin meningkat saat Trump ikut berbicara dengan nada tinggi. Saat Zelensky memperingatkan bahwa konflik di Eropa bisa berdampak pada AS di masa depan, Trump dengan suara lantang membalas: "Jangan beritahu kami apa yang akan kami rasakan," kata Trump terhadap Zelensky. "Anda tidak dalam posisi untuk mendikte apa yang akan kami rasakan. Kami akan merasa sangat baik dan sangat kuat," tegas Trump. Trump juga menuduh Zelensky mempertaruhkan nyawa jutaan orang dan menekan AS untuk terlibat dalam konflik global. Dalam kemarahannya, Trump bahkan sempat menyentuh lengan atas Zelensky untuk menegaskan maksudnya. Selama sekitar lima menit, perdebatan berlangsung tanpa henti, dengan Trump dan Zelensky berbicara secara bersamaan. Seorang diplomat Ukraina yang mendampingi Zelensky bahkan tampak menutup wajahnya dengan tangan karena situasi yang semakin memanas. "Anda mempertaruhkan nyawa jutaan orang. Anda bertaruh dengan Perang Dunia III, dan apa yang Anda lakukan sangat tidak menghormati negara ini," ujar Trump kepada Zelensky. Akhirnya, Trump mengakhiri perdebatan dengan pernyataan tegas. "Anda akan membuat kesepakatan atau kami keluar," tegasnya. Tak lama setelah pertemuan berakhir, Zelensky meninggalkan Gedung Putih lebih awal dari jadwal, dan seremoni penandatanganan perjanjian mineral antara AS dan Ukraina dibatalkan. Insiden ini menandai titik kritis dalam hubungan AS-Ukraina di bawah kepemimpinan Trump, dengan ketegangan yang berpotensi mengubah arah kebijakan Washington terhadap Kyiv. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.