Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

Pertamax Melonjak, Pakar Ungkap Dampak bagi Tiap Kelompok Masyarakat

Desi Rossilawati
Selasa, 16 Juni 2026 | 15:53 WIB
Bagikan
Pertamax Melonjak, Pakar Ungkap Dampak bagi Tiap Kelompok Masyarakat

Ilustrasi./visi.news/grid.

VISI.NEWS | BANDUNG - Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter memunculkan dampak berbeda bagi tiap lapisan masyarakat. Pakar energi Universitas Padjajaran, Yayan Satyakti, menilai beban terbesar justru akan dirasakan kelompok rumah tangga terkaya.

Selisih harga Pertamax dan Pertalite kini mencapai Rp6.250 per liter, disebut sebagai yang terlebar sepanjang sejarah. Sementara harga Pertalite sebagai BBM subsidi tetap berada di Rp10.000 per liter.

Yayan memetakan dampak tersebut berdasarkan sistem desil pemerintah, dari Desil 1 sampai 10. Pada rumah tangga Desil 1 atau kelompok termiskin, kenaikan Pertamax dinilai tidak terlalu berpengaruh karena kelompok ini umumnya tidak menggunakan Pertamax.

Dampak mulai terasa pada Desil 5 sampai 7 atau kelas menengah. Pada kelompok ini, sebagian pengguna diperkirakan akan beralih ke Pertalite karena selisih harga yang makin lebar. Pilihan tersebut muncul bukan karena mobilitas langsung berkurang, melainkan karena konsumen mencari bahan bakar yang lebih murah.

"Belajar dari pengalaman April 2022, ketika Pertamax naik 39 persen dan sekitar satu dari delapan orang pembeli pindah ke Pertalite, kami perkirakan penjualan Pertamax turun sekitar 10 persen," ujar Yayan dalam 

Untuk Desil 8 sampai 9, yakni kelas menengah atas yang disebut sebagai pengguna mobil reguler, kenaikan ini akan menambah pengeluaran bulanan. Pemilik mobil yang biasa mengisi 100 liter Pertamax per bulan perlu menambah biaya sekitar Rp395 ribu per bulan. Sementara pengendara motor dengan konsumsi 30 liter per bulan harus menambah sekitar Rp119 ribu.

Meski ada potensi perpindahan pengguna ke Pertalite, Yayan memperkirakan kuota Pertalite masih cukup menampung perubahan tersebut. Ia menyebut hanya sepertiga dari sisa kuota yang bakal terpakai.

Kelompok Desil 10 diperkirakan menanggung beban paling besar. Sebab, armada perusahaan, kendaraan operasional perkebunan, dan tambang dilarang memakai BBM subsidi Pertalite.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.