Perlemakan Hati Tingkatkan Risiko Hepatitis dan Kanker Hati, Ini Cara Mengatasinya
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 4 Januari 2025 | 01:55 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Perlemakan hati atau hepatic steatosis adalah kondisi penumpukan lemak berlebih pada organ hati, yang bisa mengganggu fungsinya dalam memproses makanan, minuman, dan menyaring zat berbahaya dari darah. Jika tidak segera ditangani, perlemakan hati dapat menyebabkan peradangan hati atau hepatitis, dan berpotensi berkembang menjadi kanker hati.
Menurut dr. Irsan Hasan, seorang spesialis penyakit dalam konsultan hati dan pencernaan, perlemakan hati memiliki dampak yang sama dengan penyakit hati lainnya seperti hepatitis, yang bisa berujung pada sirosis atau pengerasan hati, dan pada akhirnya menyebabkan kanker hati. Ia menjelaskan, kasus kanker hati yang disebabkan oleh perlemakan hati semakin meningkat, seperti yang terlihat di Amerika.
Dr. Irsan juga menekankan pentingnya pengobatan segera bagi pasien yang terdiagnosis perlemakan hati. Terapi untuk kondisi ini cukup murah, yaitu dengan perubahan gaya hidup yang mencakup penurunan berat badan.
"Terapinya murah tetapi banyak yang enggak bisa dilakukan. Bukan obat-obatan nomor satu menurunkan berat badan," katanya.
Ia mengingatkan agar masyarakat lebih sadar akan perlemakan hati, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat obesitas, diabetes, atau perut buncit.
"Kapan curiga kaitannya makan enak pada mereka kegemukan, diabetes mulai buncit hati-hati perlemakan hati atau tidak. engetahui perlemakan hati itu melalui USG. Kebanyakan cek up enggak periksa USG hanya darah saja, tidak terdeteksi perlemakan hati," tutur Irsan.
Pemeriksaan USG sangat penting untuk mendeteksi perlemakan hati, karena gejala awalnya sering kali tidak terlihat secara kasat mata.
“Semua yang berkaitan dengan hati tanpa gejala pada tahap awal. Tahap lanjut baru terlihat, kapan tau apakah mata saya kuning itu perlemakan hati itu sudah telat. Apakah muntah darah saya perlemakan hati itu sudah telat,” ucapnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!