Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Don Ritto di Bandung Terkait Kasus TPPU 5 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 6 Agustus 2026 6 Aug 2026 Ombudsman RI Nilai Homecare Perkuat Pelayanan Kesehatan di Jember 5 Aug 2026 Festival Suara Nusantara Hadir di Jabar, Ajak Generasi Muda Lestarikan Cerita Rakyat 5 Aug 2026 Enam Buah yang Baik untuk Menjaga Kesehatan Usus 5 Aug 2026 Persib Tak Gelar Konvoi Jika Jadi Juara Piala Presiden 2026 5 Aug 2026 PT BDS Pastikan Pembayaran Piutang Vendor Lewat Proses Hukum 5 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Don Ritto di Bandung Terkait Kasus TPPU 5 Aug 2026

Perjuangan Perempuan Afghanistan Melawan Taliban untuk Hak Pendidikan

ED
Jumat, 21 Juni 2024 | 11:15 WIB
Bagikan
Perjuangan Perempuan Afghanistan Melawan Taliban untuk Hak Pendidikan

VISI.NEWS | AFGHANISTAN - Ketika Taliban membatasi ruang gerak perempuan di Afghanistan untuk bekerja, belajar, dan bepergian, sebagian kaum perempuan pada awalnya menentang peraturan baru tersebut. Mereka turun ke jalan untuk menyuarakan protes. Namun, dalam waktu singkat, orang-orang yang berkumpul di Ibu Kota Kabul dan kota-kota besar lainnya merasakan kekuatan Taliban. Para pengunjuk rasa mengatakan kepada BBC bagaimana mereka dihajar, dianiaya, dipenjara, bahkan diancam dirajam sampai meninggal.

Salah satu perempuan yang menentang pemerintahan Taliban adalah Zakia (nama samaran). Dia bergabung dalam unjuk rasa pada Desember 2022 setelah haknya untuk bekerja dan belajar direnggut begitu saja. Zakia meneriakkan slogan-slogan ketika polisi Taliban mengakhiri pemberontakannya. Dia mengingat bagaimana salah seorang polisi menodongkan pistol ke mulutnya dan mengancam akan membunuhnya jika tidak tutup mulut. Zakia berhasil membebaskan diri, tetapi pengalaman itu masih melekat dan membuatnya khawatir akan masa depan. Mariam (bukan nama sebenarnya) dan Parwanah Ebrahimkhel Najarabi, seorang pelajar berusia 23 tahun, juga ditahan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan. Mariam, seorang janda dan satu-satunya tulang punggung keluarganya, khawatir tidak bisa menafkahi anak-anaknya ketika Taliban mengeluarkan aturan pelarangan pekerjaan perempuan. Situasi ini menggambarkan betapa sulitnya bagi perempuan di Afghanistan yang berjuang untuk hak pendidikan dan pekerjaan di bawah pemerintahan Taliban. Semoga situasi ini dapat berubah dan perempuan di Afghanistan dapat terus berjuang demi kebebasan dan kesetaraan. @shintadewip

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.