IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Perjuangan Hak-hak Perempuan Malaysia Melalui Aktivisme Digital

ED
Selasa, 25 Juni 2024 | 06:22 WIB
Bagikan
Perjuangan Hak-hak Perempuan Malaysia Melalui Aktivisme Digital

Gerakan #MeToo, yang mendapatkan perhatian dunia secara online pada tahun 2017, memberikan peluang bagi para aktivis Malaysia.

Mereka berhasil mendorong pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih baik bagi para korban pelecehan seksual dan kekerasan berbasis gender serta memastikan hukuman yang memadai bagi para pelakunya. Hal ini akhirnya berujung pada Undang-Undang Anti Pelecehan Seksual yang akhirnya disahkan pada Juli 2022.

Selain menangani pelecehan seksual, aktivis perempuan juga menggunakan platform digital untuk menyoroti isu-isu tanpa kewarganegaraan dan kewarganegaraan.

Family Frontiers adalah contoh gerakan akar rumput yang memperjuangkan hak para ibu di Malaysia untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam mencari hak kewarganegaraan yang setara bagi anak-anak mereka yang lahir di luar negeri.

Pada bulan Agustus 2022, Family Frontiers mengajukan banding ke Pengadilan Federal terhadap keputusan Pengadilan Banding Malaysia yang membatalkan keputusan Pengadilan Tinggi yang memberikan hak yang sama kepada perempuan Malaysia untuk memberikan kewarganegaraan Malaysia kepada anak-anak mereka yang lahir di luar negeri.

Mereka juga aktif hadir di media sosial yang menyoroti kegiatan-kegiatan gerakan tersebut, melakukan konferensi pers secara langsung, dan berbagi konten mengenai isu-isu yang berkaitan dengan keadaan tanpa kewarganegaraan dan kewarganegaraan.

Pelecehan online masih terjadi

Meskipun ruang digital memberi perempuan kebebasan untuk menyuarakan tuntutan mereka, perempuan yang menempati ruang tersebut masih menghadapi berbagai tantangan seperti pelecehan online, doxing, dan seksisme.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.