Perjalanan Pulang Penuh Luka, Perempuan Palestina Ceritakan Momen Mencekam di Perbatasan Rafah
Penyeberangan Rafah sendiri merupakan satu-satunya pintu keluar-masuk utama bagi lebih dari dua juta warga Gaza. Perlintasan itu sebagian besar tertutup selama perang dan baru dibuka kembali secara terbatas setelah kesepakatan gencatan senjata tahun lalu. Namun pembukaan yang berjalan lambat membuat ribuan warga, terutama yang membutuhkan perawatan medis di luar negeri, masih menunggu giliran.
Bagi Huda, kepulangan ini juga dibayangi duka. Salah satu putranya tewas pada Desember 2024 saat ia masih berada di Mesir, dan ia tak sempat mengucapkan selamat tinggal.
“Saya hanya ingin bersama keluarga saya, apa pun kondisi Gaza sekarang,” katanya.
Meski perjalanan yang mereka alami penuh tekanan, kabar dibukanya kembali perlintasan tetap membawa secercah harapan bagi banyak keluarga yang terpisah. Di tengah reruntuhan dan ketidakpastian, keinginan untuk kembali berkumpul dengan orang-orang tercinta menjadi alasan terkuat bagi mereka untuk tetap melangkah pulang. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!