Peringati Hari Bumi, ISBI Bandung Kick Off Program Kampus Hijau di Bandung dan Bandung Barat

ED
Sabtu, 27 April 2024 | 06:24 WIB
Bagikan
Peringati Hari Bumi, ISBI Bandung Kick Off Program Kampus Hijau di Bandung dan Bandung Barat

VISI.NEWS | BANDUNG - Memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April lalu, Rektor Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Dr. Retno Dwimarwati, S.Sn., M.Hum bersama jajaran tim TAP melakukan serial kegiatan penanaman dan program kampus hijau secara marathon di dua tempat yang berbeda pada satu hari yang sama. Kegiatan tersebut secara maraton dilaksanakan di dua tempat berbeda, yakni; Kawasan Cikamuning kabupaten Bandung Barat, serta Kampus ISBI Bandung yang terletak di Buahbatu nomor 212 Kota Bandung.

Proyeksi Kampus II ISBI Bandung di Cikamuning

Kegiatan pertama dilakukan Rabu (24/4) pagi hari pada pukul 09.00 s.d 11.00 di kawasan Cikamuning Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di wilayah Warungawi desa Bojongkoneng, kecamatan Ngamprah, kabupaten Bandung Barat. Pada rangkaian kegiatan pertama, selain didampingin jajaran TAP, rektor ISBI Bandung juga secara kolaboratif menjalankan kegiatan bersama Masyarakat di Cikamuning, dari unsur pemerintahan RT/RW, BPD, hingga perangkat desa Bojongkoneng.

Kawasan Cikamuning merupakan lahan yang diproyeksikan menjadi Kampus II ISBI Bandung. Momen hari bumi oleh Rektor ISBI Bandung dijadikan sebagai tonggak menuju kampus II ISBI Bandung yang mengarusutamakan filosofi Masyarakat sunda yang lekat dengan alam dan lingkungan hidup. Karena itu, sejak awal inisiasi pengembangan kampus, kegiatan utama yang dilakukan adalah penataan kawasan berbasis Patanjala yang menjadi pengetahuan Masyarakat Sunda dalam mengelola ruang. Setelah ditetapkan kawasan berbasis tata wilayah (ruang), wayah (waktu), dan lampah (perilaku), ISBI Bandung mendorong inisiasi lokasi reforestasi di sekitar kawasan Cikamuning yang pada saat ini relatif masih gersang.

Pada kegiatan pertama, beberapa jenis pohon yang ditanam secara simbolik diwakili oleh beberapa jenis tumbuhan, diantaranya; Hanjuang, Samolo, Kamuning, dan beberapa pohon endemik sebagai bagian dari konservasi jenis pepohonan asli Jawa Barat.

Penanaman Hanjuang, Samolo, dan Kamuning, menurut rektor ISBI Bandung memiliki filosofi tersendiri. Hanjuang sebagai filosofi tetengger atau penanda, batas sebuah kawasan awal yang hendak ngababakan, dibuka, mendapat keberkahan. Sementara itu pohon Samolo lekat dengan nilai-nilai silih wawangi, serta pohon Kamuning yang secara etimologi memiliki kelekatan dengan kawasan Cikamuning menjadi komitmen semangat ISBI Bandung yang menghormati kearipan lokal yang berlaku di kawasan tersebut.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.