Peringati Hari Bumi, ISBI Bandung Kick Off Program Kampus Hijau di Bandung dan Bandung Barat
Kick Off Kampus Hijau di Kampus I Kota Bandung
Tak lama setelah selesai rangkaian penanaman di Cikamuning kabupaten Bandung Barat, rektor ISBI Bandung secara serial meresmikan program Kampus Hijau yang diinisiasi Mapala Arga Wilis bersama Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di Kampus I yang terletak di jalan Buahbatu no.212 Bandung.
Program Kampus Hijau yang diinisiasi secara organik oleh mahasiswa ini, mengambil tajuk; “Kenali, Lindungi”. Program Kampus Hijau di kampus I ISBI Bandung ini terdiri dari kegiatan pendataan pohon kampus, konservasi ruang terbuka hijau kampus I ISBI Bandung sebagai paru-paru wilayah Buahbatu dan kota Bandung, serta corridor forest yang menjadi Inisiasi integrasi RTH (ruang terbuka hijau) di kawasan kampus dan wilayah lain di sekitar Buahbatu.
Dalam sambutan peresmiannya, rektor ISBI Bandung selain mendukung penuh inisiasi mahasiswa tersebut, juga menggarisbawahi fungsi ekologi kampus I ISBI Bandung sebagai ruang terbuka hijau yang menjadi paru-paru wilayah Buahbatu. Harapannya, dalam jangka panjang, program integrasi RTW di wilayah buahbatu selain dapat memperluas ruang hijau, juga dapat memperluas habitat hidup satwa yang hidup di sekitar kawasan Kampus.
Selain itu, Rektor ISBI Bandung juga menjelaskan bahwa hubungan nilai-nilai kasundaan dengan pohon-pohon yang ada di ISBI Bandung memiliki makna yang penting untuk dijaga dan dilestarikan, dan keberadaan hubungan tersebut erat kaitannya dengan eksistensi ISBI Bandung sebagai kampus seni yang berbasis kebudayaan.
Secara terpisah, Fajar (20), inisiator sekaligus Ketua/Pucuk Mapala Arga Wilis, menjelaskan bahwa program yang menjadi program bersama mahasiswa ini diselenggarakan untuk menumbuhkan kecintaan Masyarakat ISBI Bandung terhadap lingkungan sekitar, khususnya terhadap pohon-pohon dan tumbuhan yang memiliki nilai-nilai ekologi dan budaya.
Karena itu, masih menurut Fajar, pendataan nama-nama pohon kampus di lingkungan ISBI Bandung tidak hanya mengedepankan dimensi ekologi dengan menjelaskan nama latin, tetapi juga menampilkan nama lokal (Sunda) beserta cerita, dan catatan unik secara kultural di setiap pohon-pohon yang ada di lingkungan ISBI Bandung; dari motologi, hingga larangan atau pamali-pamali yang meletkat pada pohon-pohon yang ada.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!