IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Pergeseran Tanah Di Desa Bojong Koneng, Haji Kusnadi : Pemkab Bogor Dan Pemprov Jabar Harus Turun Tangan

ED
Selasa, 20 September 2022 | 19:14 WIB
Bagikan
Pergeseran Tanah Di Desa Bojong Koneng, Haji Kusnadi : Pemkab Bogor Dan Pemprov Jabar Harus Turun Tangan

VISI.NEWS |BANDUNG - Pergeseran tanah terjadi di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar).

Informasi yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat 1.020 jiwa terdampak peristiwa itu.

"Korban terdampak sebanyak 147 KK atau 572 jiwa. Korban terancam sebanyak 131 KK atau 448 jiwa. Total keseluruhan 278 KK atau 1.020 jiwa," kata Haji Kusnadi.

Masih menurut informasi Selasa (20/9/22), Anggota Fraksi Golkar DPRD Jabar ini menyebutkan, sejumlah fasilitas umum seperti jalan, musala, vila, hingga PAUD, turut terdampak.

"Selain itu, sebanyak 328 rumah warga rusak, rinciannya 9 unit rusak berat, 73 unit rusak sedang, dan 246 rusak ringan," sambungnya.

Guna melakukan evakuasi, sejumlah lokasi pengungsian telah disiapkan petugas gabungan, di antaranya di salah satu vila, Posko BPBD, dan Posko Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor.

"Kebutuhan dasar warga logistik tanggap darurat, air bersih, dan toilet, sudah disiapkan untuk kebutuhan warga terdampak," ujar Haji Kusnadi.

Diketahui, hingga saat ini masih terjadi pergerakan tanah di wilayah tersebut, jalan darurat sedang dibuat oleh warga setempat untuk akses kendaraan.

"Aparat desa terus bergantian monitoring lokasi pergerakan tanah, karena struktur tanah yang masih labil," ungkapnya.

Terakhir, dikhawatirkan apabila hujan turun, akan terjadinya pergerakan tanah susulan, hal ini yang kemudian patut menjadi perhatian pemerintah guna mengatasi persolan tersebut.

"Kami meminta agar pemkab atau bahkan pemprov segera melakukan tindakan untuk mengatasi persoalan pergeseran tanah tersebut karena warga sangat khawatir peristiwa serupa terjadi kemabali," pungkasnya. @eko

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.