Peranan Agama dalam Menumbuhkan Mental Anti Fraud
Prof Nurcholis Madjid dalam "Masyarakat Religius" (2010: 90), mengatakan, agama bukanlah sekadar tindakan ritual seperti shalat dan berdoa semata. Lebih jauh dari itu, agama merupakan keseluruhan perilaku umat manusia yang dilakukan demi memperoleh ridha Tuhan, di mana perilaku tersebut membentuk keutuhan dirinya sebagai makhluk berbudi luhur (akhlak karimah).
Agama yang menghasilkan nilai, etika, dan moralitas, sangat berperan dalam membentuk karakter diri seseorang. Siapapun yang terlibat dengan posisi dan jabatan apa pun di lingkungan perbankan atau perusahaan jasa keuangan, ketika mereka menjadikan nilai Agama sebagai sumber suara kebenaran yang diimplementasikan secara praktis ke dalam wujud integritas diri, kejujuran, keberanian, kesadaran moral. Inilah yang pada hakikatnya sebagai cikal bakal mental anti fraud.
Wallahu’alam.***
- Penulis, Mantan Praktisi Perusahaan Pembiayaan, Motivator dan Advokat
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!