Peran Influencer dalam Transformasi E-commerce Indonesia: Temuan dari Survei impact.com dan Cube Asia

ED
Selasa, 8 Oktober 2024 | 06:17 WIB
Bagikan
Peran Influencer dalam Transformasi E-commerce Indonesia: Temuan dari Survei impact.com dan Cube Asia

VISI.NEWS | JAKARTA – impact.com, platform manajemen kemitraan terkemuka dunia, bersama dengan Cube Asia, penyedia intelijen pasar e-commerce untuk Asia Tenggara, telah meluncurkan laporan penelitian terbaru berjudul ‘E-commerce Influencer Marketing in Southeast Asia,’ yang mencakup pasar Indonesia.

Laporan ini mengupas tentang lanskap e-commerce yang terus berubah di kawasan ini, menyoroti perlunya strategi yang berbeda di tengah dinamika baru, seperti munculnya saluran-saluran baru, platform inovatif, serta perubahan ekspektasi konsumen.

Selain itu, laporan ini juga membahas peran semakin penting pemasaran influencer dalam meningkatkan visibilitas merek dan keterlibatan konsumen di tengah perubahan tersebut.

Laporan ini mengungkap bahwa Indonesia, sebagai pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara, menguasai 42% dari total pasar, jauh melampaui Thailand yang hanya mencapai 16% dan Filipina sebesar 12%. Berdasarkan survei terhadap lebih dari 400 orang dewasa Indonesia (berusia 18 tahun ke atas), terungkap bahwa Instagram dan YouTube adalah platform yang paling populer, masing-masing dengan tingkat penggunaan 87%, disusul oleh TikTok di angka 77%. Mega influencer, selebritas, dan makro influencer terbukti memiliki pengaruh besar, dengan 70%, 69%, dan 62% responden mengakui bahwa mereka berperan signifikan dalam mempengaruhi keputusan pembelian.

Berbeda dengan rata-rata di Asia Tenggara, pengaruh rekomendasi influencer lebih kuat di Indonesia, di mana 88% konsumen membeli produk berdasarkan rekomendasi influencer, dibandingkan dengan 82% di tingkat regional. Influencer memiliki dampak paling besar pada pembelian produk kecantikan (64%) dan fesyen (70%), menegaskan peran penting mereka dalam kedua kategori ini.

"Di Asia Tenggara, lanskap e-commerce berkembang dengan cepat, bukan hanya dalam hal pertumbuhan, tetapi juga dalam kebutuhan akan diferensiasi strategis. Saluran periklanan tradisional semakin kehilangan daya tarik karena konsumen kini lebih tertarik pada konten yang autentik dan menarik. Pemasaran influencer kini bukan lagi sekadar pilihan—melainkan keharusan. Laporan terbaru kami menunjukkan fakta yang jelas: influencer tidak hanya mendorong konversi produk fisik, tetapi juga di sektor-sektor yang berkembang pesat seperti perjalanan online dan layanan berlangganan," ujar Antoine Gross, General Manager Asia Tenggara dan India, impact.com, dalam keterangan tertulis kepada VISI.NEWS, Senin (7/10/2024).

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.