Soroti Data Desil, Hoerudin Amin: Beasiswa Jangan Dikategorikan sebagai Bansos 31 Aug 2026 Iran Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Uni Emirat Arab 31 Aug 2026 Polri Mutasi Tiga Kapolres di Wilayah Polda Metro Jaya 31 Aug 2026 Dede Yusuf Dorong Penguatan Peranan Bawaslu hingga Tingkat Desa 31 Aug 2026 Usut Tuntas Kematian Bambang Setyawan, Abdullah: Jangan Sampai Timbul Kesan Negara Lakukan Pembiaran 31 Aug 2026 Gunung Sinabung Erupsi, Status Waspada Level II 31 Aug 2026 Golkar Yakin Gus Kikin Rangkul Semua Kelompok di PBNU 31 Aug 2026 Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan Bupati 31 Aug 2026 Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan 31 Aug 2026 Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Polda Riau, Ini Daftarnya 31 Aug 2026 Soroti Data Desil, Hoerudin Amin: Beasiswa Jangan Dikategorikan sebagai Bansos 31 Aug 2026 Iran Klaim Serang Pangkalan Udara AS di Uni Emirat Arab 31 Aug 2026 Polri Mutasi Tiga Kapolres di Wilayah Polda Metro Jaya 31 Aug 2026 Dede Yusuf Dorong Penguatan Peranan Bawaslu hingga Tingkat Desa 31 Aug 2026 Usut Tuntas Kematian Bambang Setyawan, Abdullah: Jangan Sampai Timbul Kesan Negara Lakukan Pembiaran 31 Aug 2026 Gunung Sinabung Erupsi, Status Waspada Level II 31 Aug 2026 Golkar Yakin Gus Kikin Rangkul Semua Kelompok di PBNU 31 Aug 2026 Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan Bupati 31 Aug 2026 Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Kekuasaan 31 Aug 2026 Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Polda Riau, Ini Daftarnya 31 Aug 2026

KPAI: Penyakit PPDB Masih Terjadi, Ini Penyebabnya

ED
Rabu, 9 Agustus 2023 | 07:28 WIB
Bagikan
KPAI: Penyakit PPDB Masih Terjadi, Ini Penyebabnya

VISI.NEW | BANDUNG - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah mengingatkan kepada pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat agar tidak terulang 'penyakit' Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Mulai dari zonasi, pemalsuan data, sosialisasi, hingga jual beli bangku tempat duduk peserta didik di kelas.

Hal itu disampaikan oleh Komisioner KPAI Aris Adi Leksono dalam keterangan tertulis diterima NU Online pada Selasa (8/8/2023) setelah mengunjungi salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Kota Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, berbagai persoalan PPDB yang sering terjadi dikarenakan kualitas pendidikan yang belum merata sehingga terjadi dikotomi di lembaga pendidikan.

"Berawal dari kurangnya daya tampung hingga kualitas pendidikan yang belum merata, sehingga berdampak pada pola pikir masyarakat yang masih terbelenggu pada dikotomi sekolah unggul dan tidak unggul," tegas Aris.

Aris menjelaskan bahwa KPAI melakukan pengawasan PPDB tahun 2023 baik secara luring atau daring ke beberapa wilayah. Hasilnya masalah tahun sebelumnya rata-rata terulang, mulai dari sistem zonasi, penentuan area zonasi yang tidak melibatkan pemangku kepentingan setempat, sosialisasi hal tenis masih minim, pemalsuan data pendaftar, hingga jual beli bangku (pungli).

"Lebih dari itu masyarakat mulai 'canggih' dalam manipulasi titik koordinat zona, numpang KK, dan lainnya. Kondisi demikian didukung juga dengan oknum operator atau panitia PPDB yang membuka dan mendukung peluang 'kecurangan' hanya karena imbalan tertentu," ujar Sekretaris Umum PP Pergunu itu.

Atas kondisi demikian, lanjut Aris, KPAI merekomendasikan agar pemerintah daerah dan pusat memberikan perhatikan program pemerataan kualitas pendidikan sekolah negeri dan swasta, sehingga daya tampung dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Selain itu, sangat penting melakukan evaluasi terbaik sistem PPDB secara menyeluruh dengan melibatkan stakeholder terkait, di antaranya Kementerian Dalam Negeri terkait data kependudukan. Selain itu perlu mendengar input penerima kebijakan," ungkapnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.