Penurunan Pendapatan, Pemkot Bandung Siapkan Strategi Efisiensi untuk APBD 2026

ED
Jumat, 31 Oktober 2025 | 07:57 WIB
Bagikan
Penurunan Pendapatan, Pemkot Bandung Siapkan Strategi Efisiensi untuk APBD 2026

VISI.NEWS | BANDUNG Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah mengajukan struktur sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung yang digelar Kamis, 30 Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Muhammad Farhan memaparkan sejumlah perubahan signifikan dalam rencana anggaran daerah yang disusun oleh Pemkot Bandung.

Berdasarkan nota kesepakatan yang ditandatangani pada 20 Oktober 2025, Pendapatan Daerah untuk tahun 2026 diproyeksikan sebesar Rp7,1 triliun, mengalami penurunan sekitar Rp658,49 miliar atau 8,79 persen dibandingkan dengan rencana sebelumnya yang tercatat sebesar Rp7,8 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh alokasi dana transfer dari pemerintah pusat yang lebih kecil dari yang diperkirakan.

Sementara itu, belanja daerah juga mengalami penurunan sebesar Rp342,24 miliar atau 4,38 persen, yang membawa total belanja daerah menjadi Rp7,4 triliun. Namun, terdapat selisih antara pendapatan dan belanja sebesar Rp319,24 miliar, yang akan ditutupi melalui pembiayaan neto dari Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) yang sebesar Rp316,24 miliar.

Optimalisasi Silpa Sebagai Solusi

Farhan menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran ini merupakan respons terhadap arahan Kementerian Keuangan yang menyoroti tingginya dana mengendap di kas daerah. "Dengan pengurangan dana transfer dari pusat, kami berusaha untuk menggunakan Silpa secara optimal, agar dana yang ada tidak hanya mengendap, melainkan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat,” kata Farhan.

Menurutnya, pengelolaan Silpa dengan cara yang lebih efisien akan mendukung kelancaran berbagai program prioritas tanpa menambah beban pendanaan yang besar. Langkah ini sekaligus menunjukkan transparansi fiskal Pemerintah Kota Bandung dalam merespons kebutuhan dan tantangan pembangunan yang ada.

Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu pandangan umum dari masing-masing fraksi sebelum memberikan tanggapan lebih lanjut. "Kita tunggu dulu pandangan fraksi seperti apa. Pengurangan pendapatan ini membuat Pemkot Bandung harus semakin kreatif dalam mencari sumber-sumber pembiayaan baru," ujar Asep.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.