Pengusaha Jasa Wisata Jateng "Terpukul" Tren Pariwisata Akhir Tahun

ED
Jumat, 3 Desember 2021 | 19:27 WIB
Bagikan
Pengusaha Jasa Wisata Jateng "Terpukul" Tren Pariwisata Akhir Tahun

Meskipun demikian, pengurus Asita Jawa Tengah itu, mengamati, di masa PPKM masih ada peluang bagi pengusaha jasa wisata untuk memasarkan paket wisata, karena vaksinasi sudah dilaksanakan dan destinasi wisata juga sudah menerapkan health, security, and environment, termasuk penegasan prokes supaya diterapkan dengan baik.

Di sisi lain, Daryono menegaskan, Asita Jawa Tengah mendukung kebijakan PPKM dalam masa libur natal dan tahun baru.

Dia berharap, pada Januari sampai Februari 2022 yang merupakam low season pariwisata, dapat dimanfaatkan travel.biro, hotelier dan pelaku usaha wisata lainnya, untuk aktif lagi dan bahkan lebih meningkatkan ekspansi pemasaran wisata.

"Masa low season setelah PPKM yang berakhir pada 2 Januari 2022 nanti sampai masa lebaran, hendaknya dimanfaatkan dengan baik untuk bangkit memasarkan paket wisata. Ini akan berjalan dengan baik untuk menggantikan stop di masa PPKM," jelasnya lagi.

Selain pemasaran wisata MICE dan leisure yang masih prihatin, lanjutnya, para pengusaha biro perjalanan umrah juga mengalami masalah akibat terkendala layanan penerbangan.

Dia melihat sisi lain dari PPKM, secara tidak langsung PPKM berdampak terjadinya pemerataan waktu berwisata. Sebelum PPKM, orang berwisata hanya pada masa lebaran, libuan natal dan tahun baru atau saat liburan sekolah dan sebagainya.

"Momentum wisata hendaknya dapat dilaksanakan di luar kebiasaan itu. Keuntungannya, mencari hotel gampang, harga makanan lebih murah, guide lebih mudah dan lain-lain," tuturnya.

Daryono menambahkan, situasi pandemi memang menjadikan para pelaku usaha wisata domestik terpukul. Tetapi Asita bekerjasama dengan berbagai pihak, mendorong pelaku usaha wisata dapat mengemas paket wisata yang mengutamakan keselamatan atau savety, khususnya dalam memasarkan wisata disaat low season maupun peak season di masa pendemi. "Masalah keselamatan penting dan harus diutamakan, jangan sampai terjadi klaster wisata," pungkasnya.@tok

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.